Perolehan suara parpol ditentukan kualitas caleg
Minggu, 27 Januari 2013 - 08:02 WIB
Perolehan suara parpol ditentukan kualitas caleg
A
A
A
Sindonews.com- Saat ini partai politik sedang menggodok dan membuka pendaftaran calon legislatif (Caleg). Kualitas calon caleg yang diusung pada Pemilu 2014 dinilai lebih menentukan perolehan suara partai politik (Parpol) dibandingkan ketokohan figur yang diusung menjadi calon presiden (Capres).
"Sebab, memilih figur yang tepat dan bisa dijual di masyarakat sangat menentukan dalam mendulang perolehan suara parpol itu sendiri di pemilu nanti," ujar Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Profesor Iberamsjah melalui sambungan telepon kepada Sindonews, Minggu (27/1/2013).
Ia menjelaskan, pemilihan dan penempatan caleg yang baik mulai dari daerah sampai pusat sangat menentukan perolehan suara parpol nantinya. Semakin berkualitas caleg yang dimiliki, akan semakin memperbesar peluang parpol meraup suara.
"Jadi parpol harus pintar-pintar memilih caleg berkualitas, tak hanya itu dan juga harus amanah. Pemilih sekarang jauh lebih pintar, dia akan melihat figur yang dipilih. Ketika masyarakat menyukai caleg tersebut, secara tidak sadar dia akan memilih partainya juga," ujarnya.
Menurutnya, caleg yang bisa 'menjual dirinya' ke masyarakat dengan baik, otomatis bisa mengenalkan visi-misi parpol yang menaunginya dengan baik juga. Oleh karena itu, cerah atau tidaknya masa depan parpol pada Pemilu 2014 sangat bergantung pada kualitas calegnya.
"Gimana mau ngejual partainya, ngejual dirinya aja nggak bisa. Ngejual dalam artian positif, dia punya kualitas dan integritas yang baik di mata masyarakat. Saran saya baiknya parpol memperketat penyaringan caleg. Pilih yang berkualitas, punya nurani, beretika, dan punya skill," ujarnya.
Berkaca dari Jokowi, kata Iberamsjah, masyarakat saat ini kecenderungannya menyukai sosok yang low profile, merakyat, sederhana, dan bisa berbaur dengan masyarakat. Di sisi lain, lanjutnya, caleg tersebut juga harus punya kemampuan yang mumpuni dan peka terhadap persoalan yang ada di masyarakat.
"Masyakat tentunya butuh wakilnya di DPR bisa mengeksekusi masalah dengan cepat. Bukan tidur waktu sidang atau doyan studi banding ke luar negeri. Jadi momentum ini harus dimanfaatkan parpol untuk memilih caleg yang peka terhadap persoalan rakyat," ujarnya.
"Sebab, memilih figur yang tepat dan bisa dijual di masyarakat sangat menentukan dalam mendulang perolehan suara parpol itu sendiri di pemilu nanti," ujar Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Profesor Iberamsjah melalui sambungan telepon kepada Sindonews, Minggu (27/1/2013).
Ia menjelaskan, pemilihan dan penempatan caleg yang baik mulai dari daerah sampai pusat sangat menentukan perolehan suara parpol nantinya. Semakin berkualitas caleg yang dimiliki, akan semakin memperbesar peluang parpol meraup suara.
"Jadi parpol harus pintar-pintar memilih caleg berkualitas, tak hanya itu dan juga harus amanah. Pemilih sekarang jauh lebih pintar, dia akan melihat figur yang dipilih. Ketika masyarakat menyukai caleg tersebut, secara tidak sadar dia akan memilih partainya juga," ujarnya.
Menurutnya, caleg yang bisa 'menjual dirinya' ke masyarakat dengan baik, otomatis bisa mengenalkan visi-misi parpol yang menaunginya dengan baik juga. Oleh karena itu, cerah atau tidaknya masa depan parpol pada Pemilu 2014 sangat bergantung pada kualitas calegnya.
"Gimana mau ngejual partainya, ngejual dirinya aja nggak bisa. Ngejual dalam artian positif, dia punya kualitas dan integritas yang baik di mata masyarakat. Saran saya baiknya parpol memperketat penyaringan caleg. Pilih yang berkualitas, punya nurani, beretika, dan punya skill," ujarnya.
Berkaca dari Jokowi, kata Iberamsjah, masyarakat saat ini kecenderungannya menyukai sosok yang low profile, merakyat, sederhana, dan bisa berbaur dengan masyarakat. Di sisi lain, lanjutnya, caleg tersebut juga harus punya kemampuan yang mumpuni dan peka terhadap persoalan yang ada di masyarakat.
"Masyakat tentunya butuh wakilnya di DPR bisa mengeksekusi masalah dengan cepat. Bukan tidur waktu sidang atau doyan studi banding ke luar negeri. Jadi momentum ini harus dimanfaatkan parpol untuk memilih caleg yang peka terhadap persoalan rakyat," ujarnya.
(kri)