Eva: KY lamban tindak hakim tukang selingkuh

Minggu, 27 Januari 2013 - 06:58 WIB
Eva: KY lamban tindak...
Eva: KY lamban tindak hakim tukang selingkuh
A A A
Sindonews.com- Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari menilai Komisi Yudisial (KY) tak imbang dalam melakukan penilaian dan rekomendasi terhadap kasus Daming Sunusi yang mengatakan pemerkosa dan korban sama-sama menikmati. Sementara, kasus perselingkuhan hakim di Kalimantan Barat justru hanya santer di media namun lamban dalam pemberian sanksinya.

"Kenapa Komisi Yudisial lamban padahal statement Daming Sunusi saja cepat diproses. Perilaku tukang selingkuh mencerminkan pelecehan dan tidak sensitif dan responsif terhadap HAM perempuan dan anak perempuan," ujar Eva kepada Sindonews, Minggu (27/1/2013).

Ia menilai, perbuatan selingkuh tidak mencerminkan perilaku agung perwakilan Tuhan yang bertugas menegakkan keadilan terutama bagi perempuan dan anak. "Bagaimana dia mau membuat putusan yang adil dalam kasus-kasus kejahatan atau pelecehan seksual kalau dia sendiri melakukannya," tegas politikus PDIP ini.

Dia yakin apa yang diputuskan hakim tukang selingkuh sangat bias. Apalagi hakim nampak menikmati kasus tersebut. Seharusnya kata dia, hakim tersebut dipecat secara tidak terhormat.

"Dapat dipastikan akan bias karena ada konflik kepentingan sebagai pelaku pelecehan. Kuat dugaan ada unsur penipuan karena para perempuan tersebut nyatanya melaporkan perilaku selingkuh tersebut. Jika memang terbukti, yang bersangkutan sepatutnya dipecat tidak terhormat, dan melanjutkan pemrosesan hukum tindak pidana kejahatan seksual yang bersangkutan," jelasnya.

Praktek perselingkuhan itu mulai terkuak berawal dari laporan masyarakat setempat. Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh menuturkan, pihaknya telah memeriksa hakim yang melakukan perbuatan tersebut. Berdasarkan informasi, Hakim tersebut dilaporkan oleh istri keduanya dan wanita-wanita yang menjadi pasangan selingkuhnya.

"Hakim yang dilaporkan selingkuh sudah dilakukan pemeriksaan awal," kata Imam di Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat (25/1/2013).
(kri)
Berita Terkait
Parah, 2 Oknum Hakim...
Parah, 2 Oknum Hakim PN Rangkasbitung Ditangkap saat Pesta Sabu
MKH Pecat Hakim Penerima...
MKH Pecat Hakim Penerima Suap Kepengurusan Perkara Dede Suryaman
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, 3 Hakim yang Menyidangkan Ronald Tannur Jadi Tersangka
Janjikan Bantu 11 Perkara,...
Janjikan Bantu 11 Perkara, Hakim Ad Hoc PHI Medan Diberhentikan Tidak Hormat
Menyedihkan, Hakim Paling...
Menyedihkan, Hakim Paling Banyak Terjerat Kasus Korupsi
Dieksekusi ke Lapas...
Dieksekusi ke Lapas Surabaya, Mantan Hakim Itong Masuk Sel Isolasi
Berita Terkini
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Infografis
Jangan Ragu, Tindak...
Jangan Ragu, Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved