Penyumbang dana parpol hamba Allah dilarang

Jum'at, 25 Januari 2013 - 22:05 WIB
Penyumbang dana parpol...
Penyumbang dana parpol hamba Allah dilarang
A A A
Sindonews.com - Hingga saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menetapkan Peraturan KPU (PKPU) tentang pengaturan dana kampanye partai politik (Parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

Namun, KPU mengklaim draft PKPU tersebut telah tersusun dan siap dikonsultasikan ke Pemerintah maupun DPR.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, dalam draf PKPU tersebut, parpol wajib melaporkan dengan jelas dan terperinci siapa yang penyumbang ke kas parpol. Sehingga, tidak ada istilah nama hamba Allah dalam pelaporan dana kampanye parpol.

“Yang menyumbang di atas Rp30 juta harus tulis NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Istilah penyumbang harus jelas, tidak ada lagi yang bisa menulis hamba Allah sebagai penyumbang,” ucapnya di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/1/2013).

Lebih lanjut Dia menuturkan, pengaturan dana kampanye tersebut sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu legislatif.

Dalam pasal 20 Undang-Undang Pemilu legislatif, disebutkan mengenai peraturan dana kampanye yang wajib menyertakan NPWP. Menurut Ferry, hal itu agar dana yang masuk tidak termasuk dalam unsur pidana, seperti uang dari perbuatan korupsi.

"Kita harapkan adanya goodwill dari partai politik untuk melaporkan dana kampanyenya. Jadi harus ada 1 pintu dalam rekening dana kampanyenya. Tapi harus diyakini bahwa PPATK itu juga melihat dana yang digunakan untuk kampanye itu sesuai atau tidak," ucapnya.

Menurutnya, hal lain yang dicantumkan dalam PKPU adalah tentang laporan penggunaan dana kampanye. Lebih lanjut dia mengatakan, laporan penggunaan dana kampanye parpol nantinya akan diaudit oleh kantor akuntan publik yang ditunjuk pihaknya.

"Parpol pun diwajibkan melapor ke KPU secara berkala menyangkut penggunaan dana itu, yakni tiga bulan sekali wajib melaporkan ke KPU," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Ketentuan Seragam dan...
Ketentuan Seragam dan 4 Hal yang Dilarang Selama MPLS 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved