Politikus Demokrat tuding Andi Mallarangeng hanya menuduh

Selasa, 15 Januari 2013 - 16:26 WIB
Politikus Demokrat tuding...
Politikus Demokrat tuding Andi Mallarangeng hanya menuduh
A A A
Sindonews.com - Mantan Ketua Komisi X Mahyudin membantah tudingan kubu Andi Alfian Mallarangeng yang menyebut dirinya ikut menerima uang dari proyek pembangunan sarana olahraga, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Politikus Partai Demokrat itu malah menuding balik pernyataan keluarga Andi Mallarangeng hanya sebuah tudingan belaka tanpa adanya bukti kuat.

"Ya itu bisa saja dia menuduh, saya dapat jatah," kata Mahyudin usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/1/2013).

Mahyudin bahkan menantang agar penyidik KPK untuk menelusuri tudingan tersebut dan memanggilnya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Kita serahkan kepada KPK," tegasnya.

Tidak hanya itu, dia bahkan tidak merasa khawatir dengan bukti-bukti yang disebut-sebut telah dikantungi oleh kubu Elang Hitam, timnya Andi Mallarangeng.

"Bukti bisa saja ada bukti, tapi kan nanti diselidiki. Ngomong ya, bukti. Ada terima bukti, aliran dana bukti, ya silakan saya nanti ke KPK," kilahnya.

Sebelumnnya, kubu Andi Mallarangeng melalui Rizal Mallarangeng menyebut Mahyudin sebagai salah satu dalang Hambalang. Mahyudin dituding menerima sejumlah uang dari proyek yang menyeret Andi dan Dedy Kusdinar sebagai tersangka. Oleh sebab itu, Kubu Mallarangeng mendesak KPK harus ikut menjerat Mahyudin.

"Ini ada tabel korupsi dan mark up nya. kenapa mereka-mereka tidak ditelusuri lebih jauh. kenapa malah yang dibekukan account Mallarangeng," ujar Rizal beberapa waktu lalu di Gedung KPK.

Menurut Rizal pihaknya memiliki bukti keterlibatan sejumlah pihak termasuk Mahyudin. Oleh sebab itu, Elang Hitam, kata Rizal menyerahkan sebuntel dokumen keterlibatan mereka dalam proyek Hambalang ke KPK.

Menurut Rizal, data-data yang dia berikan ke KPK ini, berisi sejumlah kejanggalan dalam proses awal Hambalang. Mulai dari, proses pencairan yang aneh, sampai korupsi berjamaah yang jumlahnya besar.

"Ini bagaimana Hambalang, bagaimana proses dari awal, pencairan yang aneh, sampai korupsi besar-besaran yang sudah ada dalam audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)," jelas Rizal.
(maf)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Soal Siap Digantung...
Soal Siap Digantung di Monas, Anas: Lahir Batin Saya Tidak Melakukan yang Dituduhkan Itu
Berita Terkini
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Infografis
Hanya Dapat 50 Rudal...
Hanya Dapat 50 Rudal ATACMS, Zelensky: Kita Akan Kalah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved