Metode tematik integratif dinilai tak bebani guru

Senin, 14 Januari 2013 - 20:24 WIB
Metode tematik integratif...
Metode tematik integratif dinilai tak bebani guru
A A A
Sindonews.com - Pengintegrasian pembelajaran IPA dan IPS ke dalam mata pelajaran lain dalam rencana pelaksanaan kurikulum 2013 untuk tingkat SD sempat menjadi pertanyaan para guru. Namun, beban mata pelajaran dipastikan akan disesuaikan, tidak seperti yang dicemaskan para guru.

"Para guru tidak perlu resah dengan perubahan kurikulum baru ini. Pengintegrasian mata pelajaran ini pasti telah dipersiapkan desain pembelajaran di masing-masing mata pelajaran oleh pemerintah, termasuk aplikasi metode tematik integratif. Sehingga, materi yang diajarkan tidak akan membebani guru," Pakar Kurikulum Prof Anik Ghufron Jumat (11/1).

Kecemasan para guru SD tersebut memang bisa dimaklumi. Dengan pengintegrasian mata pelajaran, beban suatu mata pelajaran tentu akan dirasa semakin bertambah. Apalagi setiap materi pembelajaran telah memiliki standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) sendiri.

Anik menjelaskan, tujuan pemerintah menerapkan kurikulum tematik pada pendidikan dasar guna menyesuaikan visi pendidikan nasional untuk memberikan dasar-dasar landasan keilmuan. Sehingga pada usia sekolah dasar murid tidak dibebani pembejaran yang tidak sesuai dengan perkembangan kognitifnya.

"Mengenai persiapan guru-guru nantinya, tentu bisa dipersiapkan melalui Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). PGSD di UNY sendiri telah mempersiapkan pembelajaran yang sifatnya tematik integratif dan ini sudah dilakukan sejak lama. Jadi tidak ada masalah," ujar Guru Besar FIP UNY ini.

Anik mengatakan, perubahan kirukulum dilakukan agar kegiatan mengajar guru di sekolah bukan merupakan rutinitas belaka. Selama ini, guru tidak mengetahui bagaimana pembelajaran sebenarnya yang dilakukan dalam kelas kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).

Seperti diketahui, pemerintah sendiri menjanjikan dalam kurikulum 2013 akan lebih meringankan beban guru. Pada uji publik di UNY akhir tahun lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan, inti dari kurikulum 2013 adalah upaya penyederhanaan dan tematik integratif.

Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam pentaan dan penyempuranaan kurikulum 2013, lebih menekankan pada fonomena alam, sosial, seni dan budaya. Titik berat, berujuan untuk mendorong peserta didik mampu lebih baik dalam melakukan observasi dan nalar.

Seperti belajar organ tubuh (IPA) siswa tidak perlu belajar terlalu mendalam soal fungsi-fungsi tersebut. Siswa cukup mengetahui organ yang terpenting dan disusunnya dalam sebuah kalimat. Sehingga, subtansi dari masing-masing pengetahuan diterima dengan baik.
(kri)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved