Nasrep tuding KPU tidak profesional

Rabu, 09 Januari 2013 - 17:58 WIB
Nasrep tuding KPU tidak...
Nasrep tuding KPU tidak profesional
A A A
Sindonews.com - Partai Nasional Republik (Nasrep) menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak profesional dalam menjalankan proses verifikasi faktual, sehingga mereka dianggap telah melanggar ketentuan perundang-undangan.

Oleh karenanya, Partai Nasrep menunjuk tim advokasi untuk menyelesaikan permasalahan perundang-undangan yang menurutnya telah dilanggar KPU.

"Kami menunjuk tim advokasi. Dalam pelaksanaan verifikasi faktual KPU bekerja tidak profesional karena telah melanggar ketentuan undang-undang," kata Ketua Umum Partai Nasrep Jus Usman, di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2013).

Dirinya menerangkan perihal perundang-undangan yang dilanggar dalam proses verifikasi faktual yakni KPU dinilai tidak melakukan verifikasi sembilan item yang semestinya diverifikasi.

"Ada sembilan item yang harus dilakukan verifikasi faktual, tetapi praktiknya ada beberapa item yang tidak dilakukan," ucapnya.

Beberapa hal yang tidak diverifikasi faktual menurutnya ialah kepengurusan kecamatan, 30 persen keterwakilan perempuan. Kemudian untuk partainya sendiri, karena terlambat tidak memenuhi syarat justru akhirnya dianggap tidak memenuhi.

"Paling parah soal keanggotaan partai. KPU tidak serius, dia (KPU) tidak memberitahukan tempat verifikasi faktual secara pasti. Hanya mengatakan siap saja empat hari," ujarnya.

Karena itu, Jus menyayangkan sikap KPU yang dinilainya telah melakukan pelanggaran, sebagai pelaksana Pemilu, KPU semestinya mampu mendatangi parpol dengan ketepatan hari dan waktu saat melakukan verifikasi faktual.

"Besok dilakukan verifikasi faktual, malamnya baru diberitahukan, ini dadakan. Harusnya KPU datangi kita (persiapan verifikasi faktual)," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved