Dana abadi pendidikan rawan dikorupsi

Kamis, 03 Januari 2013 - 10:51 WIB
Dana abadi pendidikan...
Dana abadi pendidikan rawan dikorupsi
A A A
Sindonews.com – Kordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi mengatakan, dana pendidikan rawan dikorupsi. Pasalnya, program dana abadi pendidikan dilakukan sepihak oleh kementerian tanpa sepengetahuan atau persetujuan pihak DPR.
"Ini cenderung terjadi korup bila tidak ada pembahasan atau persetujuan dari Komisi pendidikan DPR," ujarnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sindonews, Kamis 3/1/2013).

Dia mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian pendidikan dan kebudayaan, bunga anggaran dana abadi pendidikan dipakai untuk beasiswa S2, S3 bagi non Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dosen.

Selain itu, dipakai untuk penelitian skala nasional, dan pembangunan infrasuktur pendidikan yang terkena bencana.

Lebih lanjut Ucok menjabarkan, sejak tahun 2010 - 2013, pemerintah telah mengalokasi anggaran tentang Dana Pengembangan Pendidikan Nasional atau nama trennya adalah dana abadi pendidikan.

Sejak tahun 2010 sampai tahun 2013, total alokasi anggaran dana abadi pendidikan sebesar Rp.15,6 triliun. Detailnya adalah, pada Tahun 2010 Rp.1 triliun tahun 2011 RP.2, 6triliun, tahun 2011 Rp.7 triliun, dan tahun 2013 Rp.5 triliun

Menurutnya, sampai saat ini belum ada penjelasan yang dirinci dari pemerintah terkait dana tersebut. "Dari gambaran di atas, dana abadi pendidikan sebanyak Rp.15,6 Triliun berapa bunganya setiap tahun bertambah terus? Kok belum dilaporkan kepada DPR. Kalau begitu siapa yang memakan bunga haram dari dana abadi pendidikan ini?" ucapnya.
(kur)
Berita Terkait
Prof Romli Nilai KPK...
Prof Romli Nilai KPK Hanya Dampingi Temuan Korupsi di Kemendikbud
Kejagung Siap Bekerja...
Kejagung Siap Bekerja Sama dengan KPK Tangani Kasus Korupsi di Kemendikbud
Kejagung Buka Peluang...
Kejagung Buka Peluang Periksa Eks Mendikbud di Kasus Korupsi Pengadaan Laptop
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Laptop, Ketua PBNU: Mengikis Kepercayaan Nilai Luhur Pendidikan
Kejagung Periksa Manajer...
Kejagung Periksa Manajer ChromeOS Indonesia Terkait Kasus Korupsi Laptop Kemendikbud
OTT Pejabat UNJ, Aliansi...
OTT Pejabat UNJ, Aliansi Dosen Tuntut Reformasi Birokrasi Pendidikan
Berita Terkini
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Infografis
Pendidikan Dirgayuza...
Pendidikan Dirgayuza Setiawan, Lulusan Oxford yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved