Fitra klaim Presiden boros anggaran
Minggu, 30 Desember 2012 - 13:51 WIB
Fitra klaim Presiden boros anggaran
A
A
A
Sindonews.com - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengklaim, pemerintah dalam hal ini Presiden, melakukan double budget atau melakukan anggaran yang rangkap.
Hal tersebut dibeberkan oleh Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra Uchok Sky Khadafi. Menurutnya, double budget di anggaran Presiden ini sebagai hal pemborosan.
"Jadi ada anggaran yang seharusnya diatur oleh Sekretariat Negara (Setneg), dibuat lagi di Sekretariat Kabinet (Setkab), yang harusnya anggaran di Setkab itu hanya mengatur anggaran-anggaran yang bersifat urgent dan insidentil yang belum dianggarkan di Setneg," papar Uchok di Kantor Seknas Fitra, Mampang, Jakarta Selatan (30/12/2012)
Dirinya juga menjelaskan, anggaran-anggaran yang double itu meliputi anggaran untuk operasional Presiden dalam kunjungan kerja VVIP, rapat kerja pemerintah, dan bantuan kemasyarakatan bersifat sosial, organisasi, keagamaan, dan pendidikan.
"Itu semua sifatnya rutin dan tahunan, serta sudah dianggarkan di Setneg. Untuk apalagi dibuat di Setkab yang harusnya mengurus dana anggaran bersifat urgent dan sementara. Ini pemborosan," tandasnya.
Hal tersebut dibeberkan oleh Koordinator Investigasi dan Advokasi Fitra Uchok Sky Khadafi. Menurutnya, double budget di anggaran Presiden ini sebagai hal pemborosan.
"Jadi ada anggaran yang seharusnya diatur oleh Sekretariat Negara (Setneg), dibuat lagi di Sekretariat Kabinet (Setkab), yang harusnya anggaran di Setkab itu hanya mengatur anggaran-anggaran yang bersifat urgent dan insidentil yang belum dianggarkan di Setneg," papar Uchok di Kantor Seknas Fitra, Mampang, Jakarta Selatan (30/12/2012)
Dirinya juga menjelaskan, anggaran-anggaran yang double itu meliputi anggaran untuk operasional Presiden dalam kunjungan kerja VVIP, rapat kerja pemerintah, dan bantuan kemasyarakatan bersifat sosial, organisasi, keagamaan, dan pendidikan.
"Itu semua sifatnya rutin dan tahunan, serta sudah dianggarkan di Setneg. Untuk apalagi dibuat di Setkab yang harusnya mengurus dana anggaran bersifat urgent dan sementara. Ini pemborosan," tandasnya.
(stb)