Berharap satria piningit, datang satria bergitar
Sabtu, 29 Desember 2012 - 17:33 WIB
Berharap satria piningit, datang satria bergitar
A
A
A
Sindonews.com - Guna mengatasi problematika yang ada di Indonesia, dibutuhkan pemimpin yang memiliki visi dan misi dengan jelas untuk mengatasi masalah di tanah air. Namun, saat ini banyak pemimpin yang tak memiliki visi dan misi yang jelas.
"Pemimpin tidak datang dengan visi," kata Ketua Pusat Studi Pancasila dari Universitas Pancasila, Yudi Latif saat ditemui usai acara seminar yang bertemakan Budaya Politik Indonesia dan Kelas Menengah, di Gren Alia Cikini, Jalan Raya Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu(29/12/2012).
Dia menjelaskan, saat ini dibutuhkan pemimpin laiknya satria piningit, namun sayangnya calon pemimpin Indonesia yang hadir satria bergitar.
"Ketika publik mengharapkan yang datang satria piningit, justru yang datang malah satria bergitar," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, masyarakat mau bagaimana pemimpin dapat mengatasi problema bangsa ini, sehingga kedepannya publik tahu pemimpin yang dapat membawa bangsa Indonesia lebih baik dari yang sekarang.
"Tentu aspek terdalam gimana mengatasi problem bangsa ini yang diulang terus menerus ke publik, sehingga publik tahu kalau pemimpin ini ke depan akan bagaimana wajah Indonesia nantinya," tukasnya.
"Pemimpin tidak datang dengan visi," kata Ketua Pusat Studi Pancasila dari Universitas Pancasila, Yudi Latif saat ditemui usai acara seminar yang bertemakan Budaya Politik Indonesia dan Kelas Menengah, di Gren Alia Cikini, Jalan Raya Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu(29/12/2012).
Dia menjelaskan, saat ini dibutuhkan pemimpin laiknya satria piningit, namun sayangnya calon pemimpin Indonesia yang hadir satria bergitar.
"Ketika publik mengharapkan yang datang satria piningit, justru yang datang malah satria bergitar," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, masyarakat mau bagaimana pemimpin dapat mengatasi problema bangsa ini, sehingga kedepannya publik tahu pemimpin yang dapat membawa bangsa Indonesia lebih baik dari yang sekarang.
"Tentu aspek terdalam gimana mengatasi problem bangsa ini yang diulang terus menerus ke publik, sehingga publik tahu kalau pemimpin ini ke depan akan bagaimana wajah Indonesia nantinya," tukasnya.
(mhd)