Rizal pertanyakan perbedaan dana Hambalang & Menhan
Jum'at, 28 Desember 2012 - 19:16 WIB
Rizal pertanyakan perbedaan dana Hambalang & Menhan
A
A
A
Sindonews.com - Adik kandung mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng, Rizal Mallarangeng mempertanyakan pengucuran dana pembangunan sport center Hambalang senilai Rp1,2 trilyun dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang belum ditandatangani Andi dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto.
Dia pun mencontohkan Kementerian Pertahan (Kemhan) yang dananya sebesar Rp678 untuk pembelian alat utama sistem pertahanan (Alutsista) diblokir Kemenkeu meski pada saat itu semua syarat pencairan dana telah dipenuhi Kemhan dan DPR.
"Rp678 miliar dana yang diminta Kemhan setengah (dana) Hambalang diteken Menhan dan DPR, dua-dua-nya setuju, tetapi dana tidak turun. Alarm bunyi, karena ada surat dari Seskab Dipo Alam, salah benar soal Dipo. Tapi berhasil menyetop. Kenapa ini yang nyata-nyata tidak ditandatangani Menpora dan Menteri PU kok malah dikucurkan dana sebesar itu," tegasnya dalam konferensi pers di Freedom Institute, Jalan Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2012).
Oleh karenanya, dia mempertanyakan pemberian dana sebesar Rp1,2 triliun itu dari Kemenkeu kepada Kemenpora untuk pembangunan sport center Hambalang.
"Bedanya sangat kontras betul dengan dana Hambalang, ini kan beda sekali jelasnya. Dana Menhan bisa disetop, karena alarmnya berbunyi, tetapi soal Kemenpora yang secara jelas tidak ditandatangani alarmnya tidak berbunyi," tukasnya.
Sebelumnya, Rizal mengatakan dirinya berharap Menkeu Agus Martowardojo dan Dirjen Anggaran Kemenkeu, Anny Ratnawati angkat bicara terkait pencairan dana Rp1,2 triliun yang mereka berikan.
"Sebenarnya jika Bapak Agus dan Ibu Anny mau membicarakan siapa yang menurunkan air bah Hambalang kita tidak perlu membuang waktu untuk mencari tahu siapa yang mencairkan," pungkasnya.
Dia pun mencontohkan Kementerian Pertahan (Kemhan) yang dananya sebesar Rp678 untuk pembelian alat utama sistem pertahanan (Alutsista) diblokir Kemenkeu meski pada saat itu semua syarat pencairan dana telah dipenuhi Kemhan dan DPR.
"Rp678 miliar dana yang diminta Kemhan setengah (dana) Hambalang diteken Menhan dan DPR, dua-dua-nya setuju, tetapi dana tidak turun. Alarm bunyi, karena ada surat dari Seskab Dipo Alam, salah benar soal Dipo. Tapi berhasil menyetop. Kenapa ini yang nyata-nyata tidak ditandatangani Menpora dan Menteri PU kok malah dikucurkan dana sebesar itu," tegasnya dalam konferensi pers di Freedom Institute, Jalan Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2012).
Oleh karenanya, dia mempertanyakan pemberian dana sebesar Rp1,2 triliun itu dari Kemenkeu kepada Kemenpora untuk pembangunan sport center Hambalang.
"Bedanya sangat kontras betul dengan dana Hambalang, ini kan beda sekali jelasnya. Dana Menhan bisa disetop, karena alarmnya berbunyi, tetapi soal Kemenpora yang secara jelas tidak ditandatangani alarmnya tidak berbunyi," tukasnya.
Sebelumnya, Rizal mengatakan dirinya berharap Menkeu Agus Martowardojo dan Dirjen Anggaran Kemenkeu, Anny Ratnawati angkat bicara terkait pencairan dana Rp1,2 triliun yang mereka berikan.
"Sebenarnya jika Bapak Agus dan Ibu Anny mau membicarakan siapa yang menurunkan air bah Hambalang kita tidak perlu membuang waktu untuk mencari tahu siapa yang mencairkan," pungkasnya.
(mhd)