Abraham belum berani beri kepastian soal Century
Kamis, 27 Desember 2012 - 18:55 WIB
Abraham belum berani beri kepastian soal Century
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim keberhasilannya dalam menetapkan seorang menteri aktif dan juga jenderal bintang dua di kepolisian dalam kasus korupsi, namun keberanian itu tidak sama dengan penanganan bailout Bank Century.
Ketua KPK Abraham Samad juga belum memberikan kepastian terkait kasus itu. Dia beralasan, jika tahun 2012 ini hanya untuk menaikkan kasus dana talangan Bank Century pada tingkat penyidikan.
"Target kita kan sebenarnya peningkatan kasus century tahun ini dari penyelidikan ke penyidikan," katanya usai menggelar acara refleksi akhir tahun di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2012).
Ternyata, Abraham tidak bisa memberikan janji kapan kasus tersebut bisa dituntaskan. Permasalahan penyidik juga menjadi alasan terdepan mereka dalam mandeknya penanganan kasus yang diduga akan menjerat Wakil Presiden Boediono.
Bahkan, sebanyak 28 orang penyidik independen yang akan dilantik pada 7-8 Januari 2013 mendatang tetap tidak dapat memberikan keberanian mereka dalam menentukan target penuntasan kasus.
Oleh sebab itu, kepastian untuk menetapkan pada tersangka baru di dalam kasus Bank Century, KPK tidak bisa memastikan hal tersebut.
"Saya khawatir kalau saya menyampaikan target saya khawatir melampaui nanti dianggap mengumbar janji. Padahal ada hal-hal yang tidak bisa diprediksi. Sama seperti soal penarikan penyidik. Itulah yang menjadi hambatan. Saya khawatir jangan sampai bilang jumlah penyidik sudah cukup bisa selesai. Kalau ada penyidik meninggal dan lain sebagainya kan tidak bisa diprediksi," katanya.
Abraham menambahkan, pihaknya saat ini hanya akan tetap berusaha untuk menuntaskan kasus yang mangkrak di lembaga anti korupsi itu.
"Kita berusaha semaksimal mungkin dengan harapan masyarakat dan sesuai ekspetasi masyarakat,“ pungkasnya.
Ketua KPK Abraham Samad juga belum memberikan kepastian terkait kasus itu. Dia beralasan, jika tahun 2012 ini hanya untuk menaikkan kasus dana talangan Bank Century pada tingkat penyidikan.
"Target kita kan sebenarnya peningkatan kasus century tahun ini dari penyelidikan ke penyidikan," katanya usai menggelar acara refleksi akhir tahun di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2012).
Ternyata, Abraham tidak bisa memberikan janji kapan kasus tersebut bisa dituntaskan. Permasalahan penyidik juga menjadi alasan terdepan mereka dalam mandeknya penanganan kasus yang diduga akan menjerat Wakil Presiden Boediono.
Bahkan, sebanyak 28 orang penyidik independen yang akan dilantik pada 7-8 Januari 2013 mendatang tetap tidak dapat memberikan keberanian mereka dalam menentukan target penuntasan kasus.
Oleh sebab itu, kepastian untuk menetapkan pada tersangka baru di dalam kasus Bank Century, KPK tidak bisa memastikan hal tersebut.
"Saya khawatir kalau saya menyampaikan target saya khawatir melampaui nanti dianggap mengumbar janji. Padahal ada hal-hal yang tidak bisa diprediksi. Sama seperti soal penarikan penyidik. Itulah yang menjadi hambatan. Saya khawatir jangan sampai bilang jumlah penyidik sudah cukup bisa selesai. Kalau ada penyidik meninggal dan lain sebagainya kan tidak bisa diprediksi," katanya.
Abraham menambahkan, pihaknya saat ini hanya akan tetap berusaha untuk menuntaskan kasus yang mangkrak di lembaga anti korupsi itu.
"Kita berusaha semaksimal mungkin dengan harapan masyarakat dan sesuai ekspetasi masyarakat,“ pungkasnya.
(mhd)