Minimalisir aksi koboi polisi, adakan alat simulator

Rabu, 26 Desember 2012 - 22:19 WIB
Minimalisir aksi koboi...
Minimalisir aksi koboi polisi, adakan alat simulator
A A A
Sindonews.com - Mantan Gubernur Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Irjen Purn Farouk Muhammad mengatakan, di negara maju, pendidikan menembak sudah dilakukan melalui alat simulator yang dimiliki oleh institusi kepolisian, bukan di lapangan tembak seperti yang di Indonesia.

"Pelatihan polisi menembak, kita latihan di lapangan sana. Di negara maju diberikan alat simulator untuk polisi menambah keterampilan menembak. Polisi indonesia belum memberikan penekanan soal pengambilan keputusan," kata Farouk kepada Sindonews usai mengikuti diskusi bertema Refleksi Akhir Tahun Membedah Polemik RUU Kamnas di Gallery Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2012).

Oleh karena itu, dia berharap dua faktor penyebab aksi koboi polisi, dapat menjadi perhatian kepolisian. Sehingga tahun depan, tidak ada lagi kasus salah tembak yang dilakukan anggota Polri.

"Saya pikir mudah-mudahan akan menjadi bahan evaluasi di tahun 2013, karena faktor utama itu pimpinan dan kelemahan faktor internal," pungkasnya.

Seperti diketahui, Indonesia Police Watch (IPW) mencatat, pada tahun 2012 diwarnai dengan aksi koboi para anggota kepolisian. Telah terjadi 37 kasus salah tembak dengan jumlah korban mencapai 49 orang. 17 di antaranya tewas dan 32 orang luka-luka. Kasus salah tembak ini terjadi di seluruh Indonesia.

Kasus pertama terjadi pada 3 Januari 2012 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan terakhir 21 November 2012. Korbannya wanita hamil enam bulan, Federika Metelmetti (38) yang tewas ditembak pacarnya, seorang polisi di dekat Pos Polisi Kalimak, Bovendigul, Papua.

“Aksi koboi anggota Polri masih saja marak terjadi di sepanjang 2012. Terbukti ada 37 kasus salah tembak di tahun 2012,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane.
(maf)
Berita Terkait
Timses Pramono-Rano...
Timses Pramono-Rano Apresiasi Profesionalitas TNI-Polri di Pilkada Jakarta
Deretan Pedoman Polri...
Deretan Pedoman Polri dalam Menjamin Profesionalitas dan Netralitas di Pemilu 2024
PPP Sebut Revisi UU...
PPP Sebut Revisi UU ITE Bisa Jadi Bagian dari Profesionalitas Polri
Soliditas dan Profesionalitas:...
Soliditas dan Profesionalitas: Modal MAPPI Hadapi Gelombang Besar
Kunjungi Korps Marinir...
Kunjungi Korps Marinir Surabaya, KSAL Berpesan Tetap Pertahankan Profesionalitas
Profesionalitas Harus...
Profesionalitas Harus Jadi Pertimbangan Utama Pemilihan Kapolri Bukan Agama
Berita Terkini
4 Kapolda Jebolan Akpol...
4 Kapolda Jebolan Akpol 1995 Teman Seangkatan Kadiv Propam Irjen Abdul Karim
Waketum PUI Dukung Sudaryono...
Waketum PUI Dukung Sudaryono Bersih-Bersih BGN, Integritas MBG Harus Jadi Prioritas
Eks Kasi Intelijen Cukai...
Eks Kasi Intelijen Cukai Didakwa Terima Gratifikasi Rp7,6 Miliar dari John Field hingga Pengusaha Rokok
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
Di Hadapan Dasco, Hotman...
Di Hadapan Dasco, Hotman Paris Bersama Ketua Umum PWI Salam Komando
Kaesang Maju Pileg 2029...
Kaesang Maju Pileg 2029 di Dapil Puan, PAN: Orang Tuanya Pernah Jadi Wali Kota Solo, Wajarlah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved