Ini 2 dua faktor penyebab aksi koboi polisi

Rabu, 26 Desember 2012 - 21:39 WIB
Ini 2 dua faktor penyebab...
Ini 2 dua faktor penyebab aksi koboi polisi
A A A
Sindonews.com - Indonesia Police Watch (IPW) merilis, sepanjang tahun 2012 ada 37 kasus koboi salah tembak yang dilakukan anggota kepolisian. Melihat fenomena ini, mantan Gubernur Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Irjen Purn Farouk Muhammad menilai, ada dua faktor penyebab terjadinya salah tembak.

Menurutnya faktor pertama ialah karena pendidikan, pengambilan keputusan kapan waktunya nembak dan siapa yang dijadikan sasaran tembak masih kurang dipahami oleh anggota polisi.

"Pengambilan keputusan polisi itu kan kapan dia menembak itu kan, soal putusan, dan ini masih kurang. Faktor ini termasuk pendidikan," kata Farouk kepada Sindonews, seusai mengikuti diskusi bertema Refleksi Akhir Tahun Membedah Polemik RUU Kamnas di Gallery Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2012).

Faktor kedua menurut pria yang menjadi anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ini adalah faktor kehidupan sehari-hari. Pasalnya, hal itu tercermin dari sistem pengawasan dan penekanan di internal polisi oleh pimpinan mereka yang juga dianggap masih rendah.

"Kemudian dalam aspek kehidupan sehari-hari itu penekanan pada pimpinananya. Kontrol dan penekananannya, nah memang dewasa ini tantangan dan tugas polisi itu banyak, sehingga kepala kepolisian harus mengawasi dan terus pendekatan," ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk memberikan pengawasan dan penekanan mengenai bahaya salah tembak, dimulai dari tingkat Polres.

"Khususnya Kapolres banyak waktunya dihabiskan untuk mengontrol operasional, sedangkan untuk membangun pengawasan anggotanya kurang," tukasnya.
(maf)
Berita Terkait
Timses Pramono-Rano...
Timses Pramono-Rano Apresiasi Profesionalitas TNI-Polri di Pilkada Jakarta
Deretan Pedoman Polri...
Deretan Pedoman Polri dalam Menjamin Profesionalitas dan Netralitas di Pemilu 2024
PPP Sebut Revisi UU...
PPP Sebut Revisi UU ITE Bisa Jadi Bagian dari Profesionalitas Polri
Soliditas dan Profesionalitas:...
Soliditas dan Profesionalitas: Modal MAPPI Hadapi Gelombang Besar
Profesionalitas Harus...
Profesionalitas Harus Jadi Pertimbangan Utama Pemilihan Kapolri Bukan Agama
Kunjungi Korps Marinir...
Kunjungi Korps Marinir Surabaya, KSAL Berpesan Tetap Pertahankan Profesionalitas
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved