Kementerian pemalas, PKB ragukan data FITRA
Selasa, 25 Desember 2012 - 13:04 WIB
Kementerian pemalas, PKB ragukan data FITRA
A
A
A
Sindonews.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meragukan data yang dimiliki Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Indonesia Transparansi untuk Anggaran (FITRA) mengenai kementerian pemalas.
Alasannya, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) yang dipimpin oleh kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Helmy Faisal dinilai memiliki kinerja cukup bagus. Indikasinya, program yang sudah dicanangkan oleh kementerian tersebut berjalan dengan efektif.
“Misalnya pedesaan sehat dan lain-lain,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB Hanif Dakhiri ketika berbincang dengan Sindonews, Selasa (25/12/2012).
Dia mengatakan, data yang digunakan FITRA bisa saja masih menggunakan data yang lama atau bukan yang terbaru. Sehingga, masih perlu ditelusuri kebenarannya. Namun demikian, pihaknya menganggap yang disampaikan oleh FITRA itu sebagai masukan bagi kalangan internal PKB maupun kementerian.
“Kalau di kementerian ada pentahapan proses penyerapan anggaran. Misalnya, April berapa persen, kuartal pertama mereka pasti ada rencana begitu. Saya khawatir data yang dihimpun oleh FITRA belum lengkap,” tukasnya.
Seperti diketahui, dari catatan Fitra pada Minggu 23 Desember 2013, enam kementerian yang dikatakan malas adalah Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera), Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Negara Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemeneg PDT), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra).
"Catatan Seknas Fitra berdasarkan laporan realisasi anggaran semester I terhadap kinerja anggaran kementerian, hingga pertengahan Tahun 2012 belum mencapai 50 persen, sebagaimana yang ditargetkan," kata Koordinator Riset Fitra, Maulana, dalam konferensi pers Catatn Akhir Tahun Anggaran 2012 di Sekretarian Nasional (Seknas) Fitra, Mampang, Jakarta Selatan.
Terakhir dia menjelaskan, dari hasil riset tersebut menunjukkan, kasus realisasi anggaran terulang seperti tahun lalu. Hanya menyerap anggaran kurang dari 20 persen, mengindikasikan kinerja kementerian yang malas.
“Kemenpera, Kemenpora, ESDM, Kementerian PDT, Kemenbudpar, Kemenkokesra. Buruknya kinerja penyerapan anggaran Kementerian ini menjadi salah satu sebab terulangnya kasus realisasi anggaran seperti tahun lalu," ucapnya.
Alasannya, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) yang dipimpin oleh kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Helmy Faisal dinilai memiliki kinerja cukup bagus. Indikasinya, program yang sudah dicanangkan oleh kementerian tersebut berjalan dengan efektif.
“Misalnya pedesaan sehat dan lain-lain,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB Hanif Dakhiri ketika berbincang dengan Sindonews, Selasa (25/12/2012).
Dia mengatakan, data yang digunakan FITRA bisa saja masih menggunakan data yang lama atau bukan yang terbaru. Sehingga, masih perlu ditelusuri kebenarannya. Namun demikian, pihaknya menganggap yang disampaikan oleh FITRA itu sebagai masukan bagi kalangan internal PKB maupun kementerian.
“Kalau di kementerian ada pentahapan proses penyerapan anggaran. Misalnya, April berapa persen, kuartal pertama mereka pasti ada rencana begitu. Saya khawatir data yang dihimpun oleh FITRA belum lengkap,” tukasnya.
Seperti diketahui, dari catatan Fitra pada Minggu 23 Desember 2013, enam kementerian yang dikatakan malas adalah Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera), Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Negara Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemeneg PDT), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra).
"Catatan Seknas Fitra berdasarkan laporan realisasi anggaran semester I terhadap kinerja anggaran kementerian, hingga pertengahan Tahun 2012 belum mencapai 50 persen, sebagaimana yang ditargetkan," kata Koordinator Riset Fitra, Maulana, dalam konferensi pers Catatn Akhir Tahun Anggaran 2012 di Sekretarian Nasional (Seknas) Fitra, Mampang, Jakarta Selatan.
Terakhir dia menjelaskan, dari hasil riset tersebut menunjukkan, kasus realisasi anggaran terulang seperti tahun lalu. Hanya menyerap anggaran kurang dari 20 persen, mengindikasikan kinerja kementerian yang malas.
“Kemenpera, Kemenpora, ESDM, Kementerian PDT, Kemenbudpar, Kemenkokesra. Buruknya kinerja penyerapan anggaran Kementerian ini menjadi salah satu sebab terulangnya kasus realisasi anggaran seperti tahun lalu," ucapnya.
(kur)