Masyarakat Indonesia tidak trauma militer
Senin, 24 Desember 2012 - 16:44 WIB
Masyarakat Indonesia tidak trauma militer
A
A
A
Sindonews.com - Tidak ada rasa trauma yang membekas pada masyarakat Indonesia dengan pemimpin eks militer. Karena, kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua periode membuktikan masyarakat Indonesia tidak trauma akan hal itu, padalah SBY merupakan mantan militer.
"Tidak (trauma), masyarakat tidak trauma. Pak SBY itu kan kita tahu dia bekas militer, toh buktinya dia (SBY) bisa memimpin negeri ini bahkan sampai dua periode. Makanya saya rasa tidak ada kekhawatiran itu," kata Pakar Politik Indonesia Dewi Fortuna Anwar saat dihubungi Sindonews, Senin (24/12/2012).
Dia menambahkan, yang sebenarnya dikhawatirkan oleh masyarakat ialah rekam jejak seseorang, bukan latar belakang apakah dirinya dari militer atau sipil.
Dewi pun mencontohkan, sosok Prabowo Subianto dan Wiranto yang gagal dan sulit untuk menjadi presiden RI bukan karena latarbelakang kedua tokoh tersebut, melainkan karena track record mereka saat menjadi anggota TNI dan masih membekas di sebagaian masyarakat
"Tidak akan hilang begitu saja, merebutkan jabatan akan kembali meningkat dari militer. Tapi Prabowo dan Wiranto masih ada hal-hal masa lalu," tukasnya.
Dia menambahkan, sebenarnya publik saat ini bisa menerima Prabowo dan telah membuktikan sebenarnya kalangan eks militer bukan jadi pertimbangan masyarakat untuk menolak orang tersebut.
"Tapi sekarang Pak Prabowo sudah memiliki respon positif dikalangan masyarakat, meski masih ada beberapa yang belum terima. Jadi kalau karena dia militer terus publik tidak mau saya rasa pendapat itu salah, karena Pak SBY bisa kok dua perioder," pungkasnya.
"Tidak (trauma), masyarakat tidak trauma. Pak SBY itu kan kita tahu dia bekas militer, toh buktinya dia (SBY) bisa memimpin negeri ini bahkan sampai dua periode. Makanya saya rasa tidak ada kekhawatiran itu," kata Pakar Politik Indonesia Dewi Fortuna Anwar saat dihubungi Sindonews, Senin (24/12/2012).
Dia menambahkan, yang sebenarnya dikhawatirkan oleh masyarakat ialah rekam jejak seseorang, bukan latar belakang apakah dirinya dari militer atau sipil.
Dewi pun mencontohkan, sosok Prabowo Subianto dan Wiranto yang gagal dan sulit untuk menjadi presiden RI bukan karena latarbelakang kedua tokoh tersebut, melainkan karena track record mereka saat menjadi anggota TNI dan masih membekas di sebagaian masyarakat
"Tidak akan hilang begitu saja, merebutkan jabatan akan kembali meningkat dari militer. Tapi Prabowo dan Wiranto masih ada hal-hal masa lalu," tukasnya.
Dia menambahkan, sebenarnya publik saat ini bisa menerima Prabowo dan telah membuktikan sebenarnya kalangan eks militer bukan jadi pertimbangan masyarakat untuk menolak orang tersebut.
"Tapi sekarang Pak Prabowo sudah memiliki respon positif dikalangan masyarakat, meski masih ada beberapa yang belum terima. Jadi kalau karena dia militer terus publik tidak mau saya rasa pendapat itu salah, karena Pak SBY bisa kok dua perioder," pungkasnya.
(mhd)