Usai Rhoma, PKB akan gaet Iwan Fals?
Senin, 24 Desember 2012 - 15:41 WIB
Usai Rhoma, PKB akan gaet Iwan Fals?
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah tokoh diwacanakan sebagai calon presiden pada 2014, tak hanya datang dari kalangan elit partai politik (parpol), kali ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga membuka peluang bagi tokoh musisi Indonesia.
Setelah si Raja Dangdut, Rhoma Irama ramai diperbincangkan akan maju sebagai capres, kini PKB mengaku akan akan melakukan komunikasi dengan Iwal Fals.
"Capres bukan cuma Rhoma Irama, Mahfud MD (Ketua Mahkamah Konstitusi) juga populer, PKB akan mencoba membangun komunikasi dengan Iwan Fals," ujar Ketua DPP PKB, Abdul Malik Haramain, di Jakarta Timur, Senin (24/12/2012).
Dalam politik, lanjutnya, semua warga mempunyai hak yang sama terjun dalam pentas politik nasional, termasuk maju sebagai calon presiden.
"Sebagai warga negara, mereka mempunyai hak yang sama," katanya.
Menurutnya, PKB sebagai partai terbuka tentu menerima masukan atau saran, jika ada tokoh yang mau maju sebagai capres. "PKB partai terbuka, siapa saja yang mau maju ya kita tampung," ujarnya.
Kendati begitu, partai pada ahirnya akan memutuskan sikap politknya. Menurutnya, diwacanakan boleh saja.
Setelah si Raja Dangdut, Rhoma Irama ramai diperbincangkan akan maju sebagai capres, kini PKB mengaku akan akan melakukan komunikasi dengan Iwal Fals.
"Capres bukan cuma Rhoma Irama, Mahfud MD (Ketua Mahkamah Konstitusi) juga populer, PKB akan mencoba membangun komunikasi dengan Iwan Fals," ujar Ketua DPP PKB, Abdul Malik Haramain, di Jakarta Timur, Senin (24/12/2012).
Dalam politik, lanjutnya, semua warga mempunyai hak yang sama terjun dalam pentas politik nasional, termasuk maju sebagai calon presiden.
"Sebagai warga negara, mereka mempunyai hak yang sama," katanya.
Menurutnya, PKB sebagai partai terbuka tentu menerima masukan atau saran, jika ada tokoh yang mau maju sebagai capres. "PKB partai terbuka, siapa saja yang mau maju ya kita tampung," ujarnya.
Kendati begitu, partai pada ahirnya akan memutuskan sikap politknya. Menurutnya, diwacanakan boleh saja.
(mhd)