2013 rakyat pesimis dengan parpol
Sabtu, 22 Desember 2012 - 19:40 WIB
2013 rakyat pesimis dengan parpol
A
A
A
Sindonews.com - Tahun 2013 kepercayaan masyarakat makin apatis terhadap partai politik (parpol). Namun, dikalangan politisi semakinn menghangat di tahun depan.
"Saya memprediksi tahun 2013 keadaan politik akan datar-datar saja, dan hanya sedikit menghangat saja. Sebab, yang menghangat hanyalah intern dan antar partai-partai politik saja, sementara rakyat atau masyarakat merasakan pesimisme terhadap parpol. Rakyat memandang parpol dengan nada pesimisme kalau bukannya malah apatisme atau sinisme," kata Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Thohari saat dihubungi Sindonews, Sabtu (22/12/2012).
Hal itu, menurutnya, lantaran ada kesenjangan antara parpol dengan rakyat, dimana parpol belum bisa menjalankan fungsinya dengan baik untuk rakyat.
"Parpol-parpol dalam teksbook ilmu politik memang sangat penting, sentral, dan signifikan, serta menjadi pilar demokrasi. Tetapi dalam kenyataannya ada ketidakparalelan antara keputusan parpol dan aspirasi rakyat.
Padahal menurutnya, parpol itu dapat mendengan aspirasi publik dengan cara pro terhadap masyarakat dalam membuat keputusan serta mengesahkan undang-undang. Ditambah, politikus hanya mementingkan golongannya saja.
"Padahal fungsi parpol adalah menangkap dan menyalurkan aspirasi rakyat, tetapi anehnya selalu ada kesenjangan antara parpol dan rakyat," tuturnya.
"Saya memprediksi tahun 2013 keadaan politik akan datar-datar saja, dan hanya sedikit menghangat saja. Sebab, yang menghangat hanyalah intern dan antar partai-partai politik saja, sementara rakyat atau masyarakat merasakan pesimisme terhadap parpol. Rakyat memandang parpol dengan nada pesimisme kalau bukannya malah apatisme atau sinisme," kata Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Thohari saat dihubungi Sindonews, Sabtu (22/12/2012).
Hal itu, menurutnya, lantaran ada kesenjangan antara parpol dengan rakyat, dimana parpol belum bisa menjalankan fungsinya dengan baik untuk rakyat.
"Parpol-parpol dalam teksbook ilmu politik memang sangat penting, sentral, dan signifikan, serta menjadi pilar demokrasi. Tetapi dalam kenyataannya ada ketidakparalelan antara keputusan parpol dan aspirasi rakyat.
Padahal menurutnya, parpol itu dapat mendengan aspirasi publik dengan cara pro terhadap masyarakat dalam membuat keputusan serta mengesahkan undang-undang. Ditambah, politikus hanya mementingkan golongannya saja.
"Padahal fungsi parpol adalah menangkap dan menyalurkan aspirasi rakyat, tetapi anehnya selalu ada kesenjangan antara parpol dan rakyat," tuturnya.
(mhd)