2013 perang parpol di media semakin meningkat
Sabtu, 22 Desember 2012 - 19:20 WIB
2013 perang parpol di media semakin meningkat
A
A
A
Sindonews.com - Politikus muda Partai Amanat Nasional (PAN), Teguh Juwarno memprediksi di tahun 2013 suhu perpolitikan Indonesia meningkat. Persaingan antar partai politik (parpol) untuk menancapkan pengaruhnya ke benak masyarakat semakin kuat.
“Perang di media akan lebih terbuka, dimana masing-masing parpol akan berusaha menyakinkan publik terkait kinerja mereka membela rakyat," ujarnya ketika berbincang dengan Sindonews, Sabtu (22/12/2012).
Pada kesempatan itu, Sekretaris Fraksi PAN ini juga menyinggung persoalan hukum di Indonesia belum bisa menjadi panglima keadilan. Peroslan ini membuat masyaralat semakin apatis terhadap penegakan hukum di Indonesia.
"Keberadaan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) memberi angin segar bahwa yang bersalah akan dihukum, namun di sektor lain, kita masih merasakan hukum yang belum menjadi panglima keadilan. Hukum kita masih 'terbeli' sehingga apatisme masyarakat terhadap lembaga-lembaga hukum semakin tinggi," tuturnya.
Kendati demikian, dirinya percaya KPK bekerja tanpa kompromi, maka pejabat yang melakukan tindak korupsi akan sedikit banyak berkurang. "Dengan kinerja KPK yang tanpa kompromi dan tidak bisa ditekan oleh siapapun secara politik, saya optimis para politisi akan berpikir beribu kali untuk berani korupsi," tegas Teguh.
“Perang di media akan lebih terbuka, dimana masing-masing parpol akan berusaha menyakinkan publik terkait kinerja mereka membela rakyat," ujarnya ketika berbincang dengan Sindonews, Sabtu (22/12/2012).
Pada kesempatan itu, Sekretaris Fraksi PAN ini juga menyinggung persoalan hukum di Indonesia belum bisa menjadi panglima keadilan. Peroslan ini membuat masyaralat semakin apatis terhadap penegakan hukum di Indonesia.
"Keberadaan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) memberi angin segar bahwa yang bersalah akan dihukum, namun di sektor lain, kita masih merasakan hukum yang belum menjadi panglima keadilan. Hukum kita masih 'terbeli' sehingga apatisme masyarakat terhadap lembaga-lembaga hukum semakin tinggi," tuturnya.
Kendati demikian, dirinya percaya KPK bekerja tanpa kompromi, maka pejabat yang melakukan tindak korupsi akan sedikit banyak berkurang. "Dengan kinerja KPK yang tanpa kompromi dan tidak bisa ditekan oleh siapapun secara politik, saya optimis para politisi akan berpikir beribu kali untuk berani korupsi," tegas Teguh.
(kur)