Popularitas meroket, Mahfud mau nyapres
Jum'at, 21 Desember 2012 - 00:38 WIB
Popularitas meroket, Mahfud mau nyapres
A
A
A
Sindonews.com - Survei LSI yang menyejajarkan Mahfud MD sebagai tokoh nasional yang layak di sebagai presiden membuat Ketua MA ini terus berupaya menuju kursi RI 1.
Mahfud menyebutkan, elektabilitasnya versi LSI mencapi 80 persen lebih. Namun masalahnya, dia masih rendah secara popularitas yang hanya 36 persen.
Sehingga, jika dia mau maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, yang harus dilakukannya adalah meningkatkan popularitasnya. Mahfud mengaku saat ini tengah mengukur sejauh mana popularitasnya.
Dia bahkan mulai intens melakukan kunjungan ke kantung-kantung Nahdatul Ulama (NU), lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan kampus-kampus.
"Sekarang saya sedang himpun bahan, berkosultasi dengan kantong NU, Kampus, LSM. Saya sampai sekarang masih berdiskusi apakah saya bisa ke sana dan punya peluang (Pilpres)," katanya di Bandung, Kamis (20/12/2012).
Jika popularitas makin meninggi, Mahfud tidak menampik dirinya akan maju di Pilpres 2014. Terlebih jika mendapat dukungan dari kelompok atau parpol tertentu.
Namun, seandainya ada parpol yang meminangnya, Mahfud bertekad untuk tidak mau terjebak politik transaksional. Dia tidak mau disandera atau dibeli oleh kepentingan yang membuat integritasnya menurun.
"Misalnya saya akan didukung tapi harus mengubah sikap dan menurunkan integritas, lebih baik tidak, tidak akan bermanfaat bagi bangsa," ungkapnya.
Mahfud menyebutkan, elektabilitasnya versi LSI mencapi 80 persen lebih. Namun masalahnya, dia masih rendah secara popularitas yang hanya 36 persen.
Sehingga, jika dia mau maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, yang harus dilakukannya adalah meningkatkan popularitasnya. Mahfud mengaku saat ini tengah mengukur sejauh mana popularitasnya.
Dia bahkan mulai intens melakukan kunjungan ke kantung-kantung Nahdatul Ulama (NU), lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan kampus-kampus.
"Sekarang saya sedang himpun bahan, berkosultasi dengan kantong NU, Kampus, LSM. Saya sampai sekarang masih berdiskusi apakah saya bisa ke sana dan punya peluang (Pilpres)," katanya di Bandung, Kamis (20/12/2012).
Jika popularitas makin meninggi, Mahfud tidak menampik dirinya akan maju di Pilpres 2014. Terlebih jika mendapat dukungan dari kelompok atau parpol tertentu.
Namun, seandainya ada parpol yang meminangnya, Mahfud bertekad untuk tidak mau terjebak politik transaksional. Dia tidak mau disandera atau dibeli oleh kepentingan yang membuat integritasnya menurun.
"Misalnya saya akan didukung tapi harus mengubah sikap dan menurunkan integritas, lebih baik tidak, tidak akan bermanfaat bagi bangsa," ungkapnya.
(ysw)