DPP Golkar harus hormati surat Wantim
Kamis, 20 Desember 2012 - 14:07 WIB
DPP Golkar harus hormati surat Wantim
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar (PG) Priyo Budi Santoso mengatakan, surat Dewan Pertimbangan PG sah-sah saja. Karena itu menurutnya, DPP harus menghormati surat tersebut.
"Wantim mempunyai kewenangan untuk memberikan saran ke DPP Golkar, mau tidak mau DPP harus membaca, menghormati, dan mengapresaisi karena itu ranah Wantim," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2012).
Wakil Ketua DPR ini menyarankan, untuk evaluasi pencapresan Aburizal Bakrie (Ical), Priyo tidak bisa memastikan berujung seperti apa.
"Tapi keputusan Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) III sudah sepakat untuk mengusung Ical sebagai capres," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, usulan untuk mengundang seluruh pengurus DPD termasuk DPD II pada Rapimnas V suatu hal yang wajar.
"Nasihat Akbar Tanjung kemungkinan diundang pimpinan kabupaten se-Indonesia. Itu pandangan yang sah, wajar saja," pungkasnya.
Sebelumnya diketahui, Ical telah diberikan waktu Wantim Golkar sampai Juli 2013 untuk meningkatkan elektabilitas yang masih tertinggal dari tokoh lain di Partai Golkar.
Pemilihan Juli 2013 itu pun dimaksudkan sebagai momen tepat untuk mengkaji lebih mendalam kinerja Ical.
"Wantim mempunyai kewenangan untuk memberikan saran ke DPP Golkar, mau tidak mau DPP harus membaca, menghormati, dan mengapresaisi karena itu ranah Wantim," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2012).
Wakil Ketua DPR ini menyarankan, untuk evaluasi pencapresan Aburizal Bakrie (Ical), Priyo tidak bisa memastikan berujung seperti apa.
"Tapi keputusan Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) III sudah sepakat untuk mengusung Ical sebagai capres," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, usulan untuk mengundang seluruh pengurus DPD termasuk DPD II pada Rapimnas V suatu hal yang wajar.
"Nasihat Akbar Tanjung kemungkinan diundang pimpinan kabupaten se-Indonesia. Itu pandangan yang sah, wajar saja," pungkasnya.
Sebelumnya diketahui, Ical telah diberikan waktu Wantim Golkar sampai Juli 2013 untuk meningkatkan elektabilitas yang masih tertinggal dari tokoh lain di Partai Golkar.
Pemilihan Juli 2013 itu pun dimaksudkan sebagai momen tepat untuk mengkaji lebih mendalam kinerja Ical.
(maf)