Tiga peneliti PU raih gelar profesor riset
Rabu, 19 Desember 2012 - 21:26 WIB
Tiga peneliti PU raih gelar profesor riset
A
A
A
Sindonews.com - Tiga peneliti Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperoleh gelar profesor riset bidang PU yang dikukuhkan Dewan Majelis Profesor Riset dari LIPI Prof Lukman Hakim. Pemberian gelar itu disaksikan langsung Menteri PU Djojo Kirmanto.
Tiga peneliti yang dikukuhkan sebagai profesor antara lain Dr Simon Sembiring Brahmana G sebagai riset bidang teknik lingkungan sumber daya air. Dr Ing Andreas Wibowo, ST M.T sebagai Profesor riset bidang struktur dan konstruksi. Serta Dr.Ir. Anita Firmanti Eko Susetyowati dikukuhkan sebagai profesor riset bahan bangunan.
Menteri PU Djoko Kirmanto menyatakan, tanggung jawab Kementerian PU adalah menyediakan infrastruktur yang handal bagi kebutuhan masyarakat. Tanggung jawab PU tersebut samakin kompleks tidak hanya teknis namun juga non teknis, seperti perubahan iklim, perubahan sosial dan lainnya.
"Permasalahan yang terkini bidang sumber daya air yakni persoalan pemanasan global yang menimbulkan beberapa permasalahan seperti panas, curah hujan yang tinggi. Penurunan kualitas air khususnya danau, waduk, embung dan situ telah mengancam penyediaan air baku, air tawar yang aman dan sehat," kata Djoko dalam sambutannya di Gedung PU di Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Upaya pengendalian pencemaran air, menurut Djoko perlu didukung dengan penerapan sistem teknologi pengendalian pencemaran, baik bersumber pencemar, proses pengolahan dan sumber air penerimanya.
Disisi lain, dalam penyediaan perumahan, dan permukiman terkait permukiman kumuh timpangnya pemenuhan perumahan baru ini merupakan tantangan yang luar biasa yang kita hadapi.
"Penanganan kawasan kumuh dan rumah murah melalui program MDG 2015 nanti MP3EI, MP3KI perlu didukung rumah instan kayu yang ramah lingkungan. Namun penerapan rumah ramah lingkungan tersebut perlu dilengkapi dengan model-model baru yang mampu menampung madyarakat banyak dan tidak merusak lingkungan," tambahnya.
Menurut dia, peran swasta dalam pembangunan insfrastruktur merupakan terobosan yang baru untuk merubah cara pandang para penyelenggara pembangunan dan diperlukan keberanian untuk melakukan investasi yang setara antara pemerintah dan swasta.
“Peran swasta dalam pembangunan insfrastruktur sekarang ini merupakan keharusan. Kita akan dorong agar pembangunan insfrastruktur dapat dilaksanakan oleh swasta,”imbuhnya.
Tiga peneliti yang dikukuhkan sebagai profesor antara lain Dr Simon Sembiring Brahmana G sebagai riset bidang teknik lingkungan sumber daya air. Dr Ing Andreas Wibowo, ST M.T sebagai Profesor riset bidang struktur dan konstruksi. Serta Dr.Ir. Anita Firmanti Eko Susetyowati dikukuhkan sebagai profesor riset bahan bangunan.
Menteri PU Djoko Kirmanto menyatakan, tanggung jawab Kementerian PU adalah menyediakan infrastruktur yang handal bagi kebutuhan masyarakat. Tanggung jawab PU tersebut samakin kompleks tidak hanya teknis namun juga non teknis, seperti perubahan iklim, perubahan sosial dan lainnya.
"Permasalahan yang terkini bidang sumber daya air yakni persoalan pemanasan global yang menimbulkan beberapa permasalahan seperti panas, curah hujan yang tinggi. Penurunan kualitas air khususnya danau, waduk, embung dan situ telah mengancam penyediaan air baku, air tawar yang aman dan sehat," kata Djoko dalam sambutannya di Gedung PU di Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Upaya pengendalian pencemaran air, menurut Djoko perlu didukung dengan penerapan sistem teknologi pengendalian pencemaran, baik bersumber pencemar, proses pengolahan dan sumber air penerimanya.
Disisi lain, dalam penyediaan perumahan, dan permukiman terkait permukiman kumuh timpangnya pemenuhan perumahan baru ini merupakan tantangan yang luar biasa yang kita hadapi.
"Penanganan kawasan kumuh dan rumah murah melalui program MDG 2015 nanti MP3EI, MP3KI perlu didukung rumah instan kayu yang ramah lingkungan. Namun penerapan rumah ramah lingkungan tersebut perlu dilengkapi dengan model-model baru yang mampu menampung madyarakat banyak dan tidak merusak lingkungan," tambahnya.
Menurut dia, peran swasta dalam pembangunan insfrastruktur merupakan terobosan yang baru untuk merubah cara pandang para penyelenggara pembangunan dan diperlukan keberanian untuk melakukan investasi yang setara antara pemerintah dan swasta.
“Peran swasta dalam pembangunan insfrastruktur sekarang ini merupakan keharusan. Kita akan dorong agar pembangunan insfrastruktur dapat dilaksanakan oleh swasta,”imbuhnya.
(lns)