Polda Metro masih waspadai ancaman bom
Rabu, 19 Desember 2012 - 19:55 WIB
Polda Metro masih waspadai ancaman bom
A
A
A
Sindonews.com - Dalam pengamanan Natal dan Tahun baru, Polda Metro Jaya tampaknya masih mewaspadai ancaman bom dan terorisme. Untuk pengamanan Natal sendiri, akan dikerahkan 5.992 personil gabungan.
"Perkiraan ancaman yang mungkin timbul yakni ancaman bom masih menjadi atensi. Karena dua tahun lalu ancaman gereja di Serpong, yang bergulir ke bom buku dan seterusnya. Sehingga kita harus meningkatkan kewaspadaan, terutama ancaman terorisme," kata Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigjen Polisi Sudjarno di Balaikota, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Selain kedua masalah itu, gangguan fisik seperti pesta narkoba, penyalah gunaan kembang api, kebut-kebutan, kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, perubahan cuaca yang ekstrim, hipnotis, dan adanya anak hilang juga akan diantisipasi.
Sebanyak 102 pos pengamanan akan didirikan tersebar di titik tertentu di seluruh wilayah ibu kota. Titik-titik itu yakni, di Jakarta Barat 9 pos, Jakarta Selatan (22), Jakarta Pusat (7), Jakarta Timur (13), Jakarta Utara (3), Kepulauan Seribu (3), dan sisanya akan ditempatkan di gereja-gereja yang membutuhkan prioritas.
Saat ini di Jakarta terdapat 1.680 gereja. Di Jakarta Barat sebanyak 219 gereja, Jakarta Pusat 125 gereja, Jakarta Timur 182 gereja, Jakarta Selatan 151 gereja, dan Jakarta Utara 271 gereja.
Sedangkan pengamanan di objek wisata akan dikonsentrasikan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Impian Jaya Ancol, Kota Tua, dan Kepulauan Seribu.
"Perkiraan ancaman yang mungkin timbul yakni ancaman bom masih menjadi atensi. Karena dua tahun lalu ancaman gereja di Serpong, yang bergulir ke bom buku dan seterusnya. Sehingga kita harus meningkatkan kewaspadaan, terutama ancaman terorisme," kata Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigjen Polisi Sudjarno di Balaikota, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Selain kedua masalah itu, gangguan fisik seperti pesta narkoba, penyalah gunaan kembang api, kebut-kebutan, kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, perubahan cuaca yang ekstrim, hipnotis, dan adanya anak hilang juga akan diantisipasi.
Sebanyak 102 pos pengamanan akan didirikan tersebar di titik tertentu di seluruh wilayah ibu kota. Titik-titik itu yakni, di Jakarta Barat 9 pos, Jakarta Selatan (22), Jakarta Pusat (7), Jakarta Timur (13), Jakarta Utara (3), Kepulauan Seribu (3), dan sisanya akan ditempatkan di gereja-gereja yang membutuhkan prioritas.
Saat ini di Jakarta terdapat 1.680 gereja. Di Jakarta Barat sebanyak 219 gereja, Jakarta Pusat 125 gereja, Jakarta Timur 182 gereja, Jakarta Selatan 151 gereja, dan Jakarta Utara 271 gereja.
Sedangkan pengamanan di objek wisata akan dikonsentrasikan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Impian Jaya Ancol, Kota Tua, dan Kepulauan Seribu.
(ysw)