Surat Akbar ke Ical antisipasi kekalahan Golkar
Selasa, 18 Desember 2012 - 17:08 WIB
Surat Akbar ke Ical antisipasi kekalahan Golkar
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Hajriyanto menganggap surat Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tanjung yang memberikan ultimatum soal elektabilitas Aburizal Bakrie (Ical) hingga 2013 nanti dianggap sebagai manifestasi kepedulian Dewan Pertimbangan (Wantim) untuk mengantisipasi kekalahan.
"Saya rasa itu bukan ultimatum. Itu surat biasa yang merupakan manifestasi kepedulian Wantim atas keberhasilan Golkar dalam Pemilu dan Pilpres 2014. Pasalnya, dalam dua kali Pilpres secara langsung, yaitu Pilpres 2004 dan 2009, capres Golkar selalu kalah. Nah, Wantim tidak ingin kekalahan itu terulang lagi di Pilpres 2014," katanya saat dihubungi Sindonews, Selasa (18/12/2012).
Wakil Ketua MPR RI ini juga mengatakan, surat tersebut merupakan dorongan untuk partainya demi mengangkat elektabilitas Ical.
"Surat itu dorongan agar seluruh keluarga besar Golkar bekerja lebih taktis dan sistematis lagi agar elektabilitas capres Golkar dalam berbagai survei terus meningkat dari posisi ketiga, kedua, atau bahkan pertama," tegas Hajriyanto.
Dirinya tetap optimisi elektabilitas akan terus meningkat hingga 2014 nanti, sehingga Hajriyanto menganggap surat Wantim tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.
"Elektabilitas Pak ARB meskipun masih di urutan ketiga, nyatanya juga terus meningkat kok. Padahal baru lima bulan ditetapkan dan dideklarasikan sebagai Capres. Alhasil, surat Wantim tidak perlu didramatisasi. Ini waktu bekerja agar elektabilitas capres Golkar meningkat dan naik. Bukan waktu untuk evaluasi calon, tapi evaluasi strategi," tutupnya.
"Saya rasa itu bukan ultimatum. Itu surat biasa yang merupakan manifestasi kepedulian Wantim atas keberhasilan Golkar dalam Pemilu dan Pilpres 2014. Pasalnya, dalam dua kali Pilpres secara langsung, yaitu Pilpres 2004 dan 2009, capres Golkar selalu kalah. Nah, Wantim tidak ingin kekalahan itu terulang lagi di Pilpres 2014," katanya saat dihubungi Sindonews, Selasa (18/12/2012).
Wakil Ketua MPR RI ini juga mengatakan, surat tersebut merupakan dorongan untuk partainya demi mengangkat elektabilitas Ical.
"Surat itu dorongan agar seluruh keluarga besar Golkar bekerja lebih taktis dan sistematis lagi agar elektabilitas capres Golkar dalam berbagai survei terus meningkat dari posisi ketiga, kedua, atau bahkan pertama," tegas Hajriyanto.
Dirinya tetap optimisi elektabilitas akan terus meningkat hingga 2014 nanti, sehingga Hajriyanto menganggap surat Wantim tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.
"Elektabilitas Pak ARB meskipun masih di urutan ketiga, nyatanya juga terus meningkat kok. Padahal baru lima bulan ditetapkan dan dideklarasikan sebagai Capres. Alhasil, surat Wantim tidak perlu didramatisasi. Ini waktu bekerja agar elektabilitas capres Golkar meningkat dan naik. Bukan waktu untuk evaluasi calon, tapi evaluasi strategi," tutupnya.
(rsa)