Perkembangan politik di Indonesia semakin meragukan
Selasa, 18 Desember 2012 - 11:21 WIB
Perkembangan politik di Indonesia semakin meragukan
A
A
A
Sindonews.com - Masyarakat dinilai mulai ragu dengan perkembangan politik di Indonesia yang didominasi elite politik dan membuat situasi tidak terkendali. Mereka juga melihat, kasus korupsi di tanah air semakin jauh dalam membangun kesejahteraan rakyat.
"Gambaran wajah politik kotor dalam kubangan korupsi menjadikan makin jauh dari amanah berpolitik untuk negara dan kesejahteraan. Melihat politik 2012 adalah merekam peristiwa politik mirip bayi sungsang dari rahim ibunya yakni berpolitik yang salah tempat," jelas Pendiri Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Soegeng Sarjadi dalam diskusi bertemakan “Masa Depan Indonesia: Tantangan 20 tahun ke Depan” dan Analisis Politik 2012: “Suara Tuhan: Suara Rakyat Versus Suara Elite” di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2012).
Menurutnya, politik Indonesia cenderung bertujuan mencari kekuasaan bukan kesejahteraan. "Berpolitik kian sarat perburuan rente dalam arus utama untuk kekuasaan," tandasnya.
Dia menambahkan, politik Indonesia saat ini kerap salah tempat dan posisi dalam etika dan moral, kekuasaan dan uang menjadi pusat utama dalam berpolitik. " Kekuasaan dan uang menjadi episentrum berpolitik dekonstruktif yang membelokan arah politik dari tujaun bernegara," katanya lagi.
"Gambaran wajah politik kotor dalam kubangan korupsi menjadikan makin jauh dari amanah berpolitik untuk negara dan kesejahteraan. Melihat politik 2012 adalah merekam peristiwa politik mirip bayi sungsang dari rahim ibunya yakni berpolitik yang salah tempat," jelas Pendiri Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Soegeng Sarjadi dalam diskusi bertemakan “Masa Depan Indonesia: Tantangan 20 tahun ke Depan” dan Analisis Politik 2012: “Suara Tuhan: Suara Rakyat Versus Suara Elite” di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2012).
Menurutnya, politik Indonesia cenderung bertujuan mencari kekuasaan bukan kesejahteraan. "Berpolitik kian sarat perburuan rente dalam arus utama untuk kekuasaan," tandasnya.
Dia menambahkan, politik Indonesia saat ini kerap salah tempat dan posisi dalam etika dan moral, kekuasaan dan uang menjadi pusat utama dalam berpolitik. " Kekuasaan dan uang menjadi episentrum berpolitik dekonstruktif yang membelokan arah politik dari tujaun bernegara," katanya lagi.
(kur)