Tak mau dikritik publik, DPR harus transparan

Sabtu, 15 Desember 2012 - 17:46 WIB
Tak mau dikritik publik,...
Tak mau dikritik publik, DPR harus transparan
A A A
Sindonews.com - Masyarakat mencurigai kunjungan kerja (Kunker) anggota DPR ke luar negeri hanya untuk jalan-jalan saja. Pasalnya, setiap kali kunker tidak ada hasil signifikan yang dibawa ke Indonesia sepulangnya dari acara kunker tersebut. Bahkan, untuk laporan keuangan serta visi dan misinya tidak jelas.

Pengamat politik Yunarto Wijaya mengatakan, banyak hal yang harus dilakukan oleh anggota DPR, jika tidak ingin dicurigai saat kunker itu.

"Mereka ini berada dalam kondisi ketika masyarakat sedang apatis kepada DPR. Maka harusnya mereka melakukan publikasi seperti misalnya buat laporan pertanggung jawaban baik disisi keuangan, materi, dan hasil, buat transparansinya," ujar Yunarto saat dihubungi Sindonews, Sabtu (15/12/2012).

Menurutnya, jika anggota DPR yang melakukan kunker ke luar negeri harus jelas apa yang mereka bawa sepulangnya dari negara kunjungannja itu. Jangan sampai tidak memberikan bukti serta hasil yang bermanfaat untuk penetapan Undang-undang. Kalau seperti itu, hanya ada pemborosan.

"Ketiga materi tersebut akan berguna seperti apa kebijakan UU-nya sehingga masyarakat bisa menerima secara rasional dan setimpal dengan uang yang mereka keluarkan. Itulah yang dinamakan demokrasi partisipasi. Jadi masyarakat juga dilibatkan," paparnya.

selain itu, DPR juga diminta untuk mensosialisasikan sebelum dan sesudah melakukan kunker terhadap masyarakat. Karena, uang yang mereka pakai ke luar negeri merupakan uang rakyat.

"Harus ada moratorium dan diseleksi pada sesuatu yang sudah disetujui publik. Harus disosialisasikan terlebih dahulu," tegas Yunarto.

Seperti diketahui, baru-baru ini Komisi IV melakukan kunjungan kerja ke Prancis dan China guna membahas soal peternakan sapi.

Seperti yang biasanya terjadi kunjungan kerja inipun mengundang banyak kontroversi karena terkesan dilakukan secara diam-diam dan tidak transparan.
(mhd)
Berita Terkait
BAKN DPR RI Bahas Sistem...
BAKN DPR RI Bahas Sistem Pengawasan Keuangan Negara dengan BPK Kenya
Kunker di Luwu Raya,...
Kunker di Luwu Raya, Eva Stevany Resmikan ESR Community Sukamaju
Usai Proyek Gorden Dibatalkan,...
Usai Proyek Gorden Dibatalkan, Belasan Anggota DPR Pergi ke Turki
Usai Serap Aspirasi,...
Usai Serap Aspirasi, Ibas Borong Gerabah Tradisional Khas Pacitan
Kunjungan Kerja ke Kanwilkumham...
Kunjungan Kerja ke Kanwilkumham DKI, Mobil Anggota Komisi III DPR Dihadang Pendemo
Kasus Covid-19 Melonjak,...
Kasus Covid-19 Melonjak, Pimpinan DPR Minta Kegiatan Kunker Anggota Dewan Dihentikan
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved