PSHK: Kunker DPR minim laporan
Sabtu, 15 Desember 2012 - 12:14 WIB
PSHK: Kunker DPR minim laporan
A
A
A
Sindonews.com - Maraknya kunjungan kerja (Kunker) yang dilakukan anggota DPR hanya bermuatan jalan-jalan, serta tidak memiliki tujuan. Pasalnya, hal dari kunker tersebut tidak pernah ada laporannya.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Eryanto Nugroho dalam diskusi SINDORadio 'Study Sapi ke Luar Negeri' di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/12/2012).
"Untuk periode-periode sebelumnya, ada sekira 143 kunjungan kerja. Dari semua itu hanya ada tiga laporan yang masuk. Memang minim sekali, laporannya hanya berkisar kunjungan kemana dan mengunjungi siapa, tanpa kerjanya kalau menurut saya (seperti itu)," ujarnya.
Untuk hal ini Ery mencontohkan, dengan kunker anggota dewan ke Afrika terkait permasalahan kepramukaan tahun 2010 silam. Katanya, laporannya tidak ada malah lewat website organisasi kepramukaam di Afrika Selatan.
"Jika memang bisa diakses lewat internet untuk apa kunker ke sana (Afrika Selatan), laporannya pun hanya dua halaman. Jadi agak keterlaluan dan agak minim," tandasnya.
Lebih lanjut Ery mengatakan, siap menunggu hasil laporan kunker anggota Komisi IV yang study banding ke Prancis dan China soal impor sapi.
"Kita tunggu laporan anggota dewan yang ke Prancis, seperti apa temuan-temuannya. Kalau memang kunjungan itu adalah study kita lihat laporannya seperti apa. Jika hasilnya sama dengan di situs internet ya harus kita pertanyakan. Yang kita butuhkan adalah laporan bagaimana substansinya bukan soal ketemu siapa saja di sana," imbuhnya.
Seperti diketahui, baru-baru ini Komisi IV melakukan kunker ke Prancis dan China guna membahas soal peternakan sapi.
Seperti yang biasanya ternyadi kunjungan kerja inipun mengundang banyak kontroversi, karena terkesan dilakukan secara diam-diam dan tidak transparan.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Eryanto Nugroho dalam diskusi SINDORadio 'Study Sapi ke Luar Negeri' di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/12/2012).
"Untuk periode-periode sebelumnya, ada sekira 143 kunjungan kerja. Dari semua itu hanya ada tiga laporan yang masuk. Memang minim sekali, laporannya hanya berkisar kunjungan kemana dan mengunjungi siapa, tanpa kerjanya kalau menurut saya (seperti itu)," ujarnya.
Untuk hal ini Ery mencontohkan, dengan kunker anggota dewan ke Afrika terkait permasalahan kepramukaan tahun 2010 silam. Katanya, laporannya tidak ada malah lewat website organisasi kepramukaam di Afrika Selatan.
"Jika memang bisa diakses lewat internet untuk apa kunker ke sana (Afrika Selatan), laporannya pun hanya dua halaman. Jadi agak keterlaluan dan agak minim," tandasnya.
Lebih lanjut Ery mengatakan, siap menunggu hasil laporan kunker anggota Komisi IV yang study banding ke Prancis dan China soal impor sapi.
"Kita tunggu laporan anggota dewan yang ke Prancis, seperti apa temuan-temuannya. Kalau memang kunjungan itu adalah study kita lihat laporannya seperti apa. Jika hasilnya sama dengan di situs internet ya harus kita pertanyakan. Yang kita butuhkan adalah laporan bagaimana substansinya bukan soal ketemu siapa saja di sana," imbuhnya.
Seperti diketahui, baru-baru ini Komisi IV melakukan kunker ke Prancis dan China guna membahas soal peternakan sapi.
Seperti yang biasanya ternyadi kunjungan kerja inipun mengundang banyak kontroversi, karena terkesan dilakukan secara diam-diam dan tidak transparan.
(mhd)