Supply perwira terbatas, TNI rekrut lulusan perguruan tinggi
Jum'at, 14 Desember 2012 - 18:43 WIB
Supply perwira terbatas, TNI rekrut lulusan perguruan tinggi
A
A
A
Sindonews.com - Lulusan perguruan tinggi diberikan kesempatan untuk menjadi perwira TNI melalui seleksi penerimaan perwira prajurit karir. Kebijakan ini ditempuh untuk memenuhi kebutuhan perwira yang tak mampu diisi dari lulusan akademi TNI, baik Akmil, AAL, maupun AAU.
Menurut Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsda TNI Bambang Wahyudi selaku Ketua Panitia Pusat Penerimaan Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI tahun 2012 dalam amanat yang dibacakan oleh Paban I Ren/Spers TNI Kolonel Inf Herman Waluyo saat pembekalan di Pusdik Secapa AD, dalam rekrutmen tahun ini, terdapat 200 orang (156 pria dan 44 wanita) yang lolos seleksi mengikuti pembekalan calon perwira TNI.
"TNI sangat menghargai, mengapresiasi, dan mewadahi cita-cita generasi muda dalam mendarmabhaktikan diri pada bangsa dan negara melalui prajurit TNI," katanya, di Pusdik Secapa AD, Jumat (14/12/2012).
Bambang menegaskan, penerimaan perwira TNI lulusan perguruan tinggi (Pa PK) diarahkan untuk mengisi jabatan yang membutuhkan kualifikasi sesuai dengan jurusan atau program studinya.
"Misalnya, kedokteran, teknik, hukum, psikologi, akuntansi, agama dan lain-lain yang tidak didapatkan dari sumber perwira lulusan Akademi TNI maupun dari Sekolah Calon Perwira (Secapa) yang bersumber dari Bintara," jelasnya.
Dalam setiap penerimaan prajurit, lanjut dia, selalu memperhatikan aspek kualitas dan kuantitias. Dari segi aspek kualitas, prajurit TNI harus mampu melaksanakan tugasnya secara profesional yang didukung dengan mental kepribadian, kesehatan dan kesamaptaan jasmani yang proporsional.
Karenanya, dalam proses rekrutmen prajurit selalu dilaksanakan seleksi yang ketat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
"Tujuannya untuk mendapatkan seorang calon prajurit yang berkualitas," tutur Bambang.
Adapun aspek kuantitas, penerimaan prajurit dapat mengisi pengawakan organisasi TNI, baik secara jumlah maupun kualifikasi personel, sesuai dengan perencanaan kebutuhan personel.
Animo generasi muda untuk menjadi prajurit TNI sangat besar. Ini terlihat dari jumlah pendaftar dari seluruh Indonesia yang telah diverifikasi mencapai 1.459 orang (1.349 Pria dan 110 Wanita).
"Setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan pengujian tingkat daerah, serta melalui rapat koordinasi antara Spers TNI dan Spers Angkatan, diputuskan yang dipanggil untuk mengikuti seleksi tingkat pusat sebanyak 200 orang," ungkapnya.
Aspers Panglima TNI menegaskan, dalam kegiatan seleksi untuk menjadi prajurit TNI mulai dari tingkat daerah sampai dengan tingkat pusat tidak dipungut biaya apapun.
"Sponsorship atau surat rekomendasi pejabat atau bentuk lain yang bersifat nepotisme tidaklah berlaku dalam kegiatan penerimaan prajurit TNI, karena kelulusan hanya didasarkan kepada hasil pemeriksaan/pengujian sesuai standar yang berlaku dan alokasi kebutuhan jurusan program studi tiap-tiap angkatan," tandas Bambang.
Kadispenum Puspen TNI Kolonel Cpl Minulyo Suprapto menambahkan, pada penerimaan tahun ini, TNI membutuhkan sebanyak 128 orang untuk dididik menjadi perwira prajurit karier TNI. Mereka nantinya ditugaskan sesuai bidang masing-masing di tiap matra.
Dari angka kebutuhan itu, paling besar kebutuhan ada di TNI AD dengan 48 orang (42 pria dan 6 wanita). Sedangkan, TNI AL membutuhkan 40 orang (35 pria dan 5 wanita), dan TNI AU sejumlah 40 orang (32 pria dan 8 wanita).
Menurut Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsda TNI Bambang Wahyudi selaku Ketua Panitia Pusat Penerimaan Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI tahun 2012 dalam amanat yang dibacakan oleh Paban I Ren/Spers TNI Kolonel Inf Herman Waluyo saat pembekalan di Pusdik Secapa AD, dalam rekrutmen tahun ini, terdapat 200 orang (156 pria dan 44 wanita) yang lolos seleksi mengikuti pembekalan calon perwira TNI.
"TNI sangat menghargai, mengapresiasi, dan mewadahi cita-cita generasi muda dalam mendarmabhaktikan diri pada bangsa dan negara melalui prajurit TNI," katanya, di Pusdik Secapa AD, Jumat (14/12/2012).
Bambang menegaskan, penerimaan perwira TNI lulusan perguruan tinggi (Pa PK) diarahkan untuk mengisi jabatan yang membutuhkan kualifikasi sesuai dengan jurusan atau program studinya.
"Misalnya, kedokteran, teknik, hukum, psikologi, akuntansi, agama dan lain-lain yang tidak didapatkan dari sumber perwira lulusan Akademi TNI maupun dari Sekolah Calon Perwira (Secapa) yang bersumber dari Bintara," jelasnya.
Dalam setiap penerimaan prajurit, lanjut dia, selalu memperhatikan aspek kualitas dan kuantitias. Dari segi aspek kualitas, prajurit TNI harus mampu melaksanakan tugasnya secara profesional yang didukung dengan mental kepribadian, kesehatan dan kesamaptaan jasmani yang proporsional.
Karenanya, dalam proses rekrutmen prajurit selalu dilaksanakan seleksi yang ketat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
"Tujuannya untuk mendapatkan seorang calon prajurit yang berkualitas," tutur Bambang.
Adapun aspek kuantitas, penerimaan prajurit dapat mengisi pengawakan organisasi TNI, baik secara jumlah maupun kualifikasi personel, sesuai dengan perencanaan kebutuhan personel.
Animo generasi muda untuk menjadi prajurit TNI sangat besar. Ini terlihat dari jumlah pendaftar dari seluruh Indonesia yang telah diverifikasi mencapai 1.459 orang (1.349 Pria dan 110 Wanita).
"Setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan pengujian tingkat daerah, serta melalui rapat koordinasi antara Spers TNI dan Spers Angkatan, diputuskan yang dipanggil untuk mengikuti seleksi tingkat pusat sebanyak 200 orang," ungkapnya.
Aspers Panglima TNI menegaskan, dalam kegiatan seleksi untuk menjadi prajurit TNI mulai dari tingkat daerah sampai dengan tingkat pusat tidak dipungut biaya apapun.
"Sponsorship atau surat rekomendasi pejabat atau bentuk lain yang bersifat nepotisme tidaklah berlaku dalam kegiatan penerimaan prajurit TNI, karena kelulusan hanya didasarkan kepada hasil pemeriksaan/pengujian sesuai standar yang berlaku dan alokasi kebutuhan jurusan program studi tiap-tiap angkatan," tandas Bambang.
Kadispenum Puspen TNI Kolonel Cpl Minulyo Suprapto menambahkan, pada penerimaan tahun ini, TNI membutuhkan sebanyak 128 orang untuk dididik menjadi perwira prajurit karier TNI. Mereka nantinya ditugaskan sesuai bidang masing-masing di tiap matra.
Dari angka kebutuhan itu, paling besar kebutuhan ada di TNI AD dengan 48 orang (42 pria dan 6 wanita). Sedangkan, TNI AL membutuhkan 40 orang (35 pria dan 5 wanita), dan TNI AU sejumlah 40 orang (32 pria dan 8 wanita).
(rsa)