Marzuki Alie bersitegang dengan Perangkat Desa
Jum'at, 14 Desember 2012 - 15:09 WIB
Marzuki Alie bersitegang dengan Perangkat Desa
A
A
A
Sindonews.com - Ketegangan yang terjadi dalam upaya pengesahan rancangan undang-undang (RUU) Perangkat Desa tidak hanya terjadi di pelataran Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta namun juga di dalam Gedung DPR.
Pimpinan DPR RI, Marzuki Alie yang hendak menuju ke ruang sidang paripurna tiba-tiba bertemu dengan beberapa perwakilan dari perangkat desa yang ada di dalam gedung. Sontak mereka semula akan menanyakan kelanjutan RUU Perangkat Desa, namun ketegangan antara Pimpinan DPR dengan perwakilan tersebut tidak dapat dihindari.
"Saya ini mau menanyakan soal RUU Perangkat Desa, di luar itu terjadi anarkis dan ini bukan keinginan kami semua, bagaimana dengan ini," jelas salah satu perwakilan kepada Marzuki Alie, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Marzuki menjelaskan, hingga saat ini RUU Perangkat Desa belum dapat disahkan karena masih memikirkan untuk menghasilkan kesejahteraan masyarakat desa atas RUU tersebut.
"Bukan hanya perangkat desa, tapi semua rakyat," jawab Marzuki.
Tak puas dengan komentar politikus Partai Demokrat tersebut, perwakilan perangkat desa itu pun kembali menegaskan kapan waktu untuk disahkan RUU itu.
"Iyah kapan pak, sudah empat tahun kita menanti ini," katanya.
Karena terus didesak, Marzuki pun akhirnya menjawab dengan nada tinggi.
"Pak saya tidak pernah menemukan demo, saya ditelpon Pak Kapolda untuk menemukan saya akhirnya menemui teman-teman di sana, saya yakin yang rusuh di sana ada provokator. Masyarakat desa tidak seperti itu," tegas Marzuki.
"Itu konsekuensi saya sebagai wakil rakyat untuk menemui teman-teman, mati pun saya siap. Jadi saya siap untuk maju, itu yang saya sampaikan. Kita sedang terus berusaha saya jamin penghasilan perangkat desa tidak di bawah UMR dan perangkat desa bagaimana bisa sejahtera. Jadi harus tahu juga. Karena itu saya ngomong susah di muka umum. Ini bagian saya, jadi mati pun saat saya temui anda, saya siap," pungkasnya.
Mendengar ucapan Marzuki tersebut para perwakilan perangkat desa pun terdiam. Sementara Marzuki melanjutkan jalannya untuk memimpin sidang paripurna.
Baca berita terkait tuntutan perangkat desa disini
Pimpinan DPR RI, Marzuki Alie yang hendak menuju ke ruang sidang paripurna tiba-tiba bertemu dengan beberapa perwakilan dari perangkat desa yang ada di dalam gedung. Sontak mereka semula akan menanyakan kelanjutan RUU Perangkat Desa, namun ketegangan antara Pimpinan DPR dengan perwakilan tersebut tidak dapat dihindari.
"Saya ini mau menanyakan soal RUU Perangkat Desa, di luar itu terjadi anarkis dan ini bukan keinginan kami semua, bagaimana dengan ini," jelas salah satu perwakilan kepada Marzuki Alie, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Marzuki menjelaskan, hingga saat ini RUU Perangkat Desa belum dapat disahkan karena masih memikirkan untuk menghasilkan kesejahteraan masyarakat desa atas RUU tersebut.
"Bukan hanya perangkat desa, tapi semua rakyat," jawab Marzuki.
Tak puas dengan komentar politikus Partai Demokrat tersebut, perwakilan perangkat desa itu pun kembali menegaskan kapan waktu untuk disahkan RUU itu.
"Iyah kapan pak, sudah empat tahun kita menanti ini," katanya.
Karena terus didesak, Marzuki pun akhirnya menjawab dengan nada tinggi.
"Pak saya tidak pernah menemukan demo, saya ditelpon Pak Kapolda untuk menemukan saya akhirnya menemui teman-teman di sana, saya yakin yang rusuh di sana ada provokator. Masyarakat desa tidak seperti itu," tegas Marzuki.
"Itu konsekuensi saya sebagai wakil rakyat untuk menemui teman-teman, mati pun saya siap. Jadi saya siap untuk maju, itu yang saya sampaikan. Kita sedang terus berusaha saya jamin penghasilan perangkat desa tidak di bawah UMR dan perangkat desa bagaimana bisa sejahtera. Jadi harus tahu juga. Karena itu saya ngomong susah di muka umum. Ini bagian saya, jadi mati pun saat saya temui anda, saya siap," pungkasnya.
Mendengar ucapan Marzuki tersebut para perwakilan perangkat desa pun terdiam. Sementara Marzuki melanjutkan jalannya untuk memimpin sidang paripurna.
Baca berita terkait tuntutan perangkat desa disini
(rsa)