Komisi IV agendakan beberapa pertemuan di luar negeri
Kamis, 13 Desember 2012 - 20:43 WIB
Komisi IV agendakan beberapa pertemuan di luar negeri
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi IV Romahurmuziy mengakui telah merencanakan beberapa agenda pertemuan dalam kunjungan kerja (Kunker) Komisi IV DPR ke Perancis.
"Untuk esok hari, Komisi IV masih ada agenda pertemuan dengan asosiasi pengusaha peternakan, sebagai tindak lanjut kesepakatan strategic partnership Indonesia-Perancis yang ditandatangani SBY dan PM Perancis, Francois Fillon, pada Juli 2011, untuk meningkatkan perdagangan kedua negara. Saat ini Perancis adalah investor keempat terbesar Eropa di Indonesia," ujar Politikus PPP ini melalui SMS, Kamis (13/12/2012).
Dirinya menjelaskan, Komisi IV melaksanakan kunker ini setelah courtesy call dan advis yang diberikan kedutaan Perancis di Jakarta sebelum berangkat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), di Paris, dan ketika di Paris.
Menanggapi berbagai kritikan dan masukan yang mencuat dari publik, Romahurmuziy lagi-lagi menjelaskan jika kunker ini dilakukan bukan untuk jalan-jalan.
"Kami memahami dan menghargai kritik dan masukan publik. Tapi kami kunker sama sekali jauh dari jalan-jalan yang dikesankan di media yang disampaikan seluruh pengamat, redaktur media yang tidak paham persoalan, maupun rekan sejawat politikus pencari panggung media. Kunker ini penting untuk memastikan satu norma veteriner yang memang otoritas final di dunia internasional hanyalah OIE, dan ini menyangkut nasib dunia peternakan nasional di masa depan," terang Romy.
Terkait kunker ini pun, dia menyebutkan pos perjalanan dinas di pemerintahan pusat yang diperkirakan mencapai Rp15 triliun per tahun yang juga disoal publik menunjukkan adanya tendensi penggiringan berita dan pembusukan DPR oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan parpol sebagai salah satu pilar demokrasi.
"Kepada pihak-pihak ini saya tegaskan Parpol, tidak akan pernah bisa hancur, sepanjang demokrasi masih kita pilih sebagai jalan. Kecuali kita pilih kembali kepada Otorianisme, seperti masa lalu," demikian Romy.
"Untuk esok hari, Komisi IV masih ada agenda pertemuan dengan asosiasi pengusaha peternakan, sebagai tindak lanjut kesepakatan strategic partnership Indonesia-Perancis yang ditandatangani SBY dan PM Perancis, Francois Fillon, pada Juli 2011, untuk meningkatkan perdagangan kedua negara. Saat ini Perancis adalah investor keempat terbesar Eropa di Indonesia," ujar Politikus PPP ini melalui SMS, Kamis (13/12/2012).
Dirinya menjelaskan, Komisi IV melaksanakan kunker ini setelah courtesy call dan advis yang diberikan kedutaan Perancis di Jakarta sebelum berangkat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), di Paris, dan ketika di Paris.
Menanggapi berbagai kritikan dan masukan yang mencuat dari publik, Romahurmuziy lagi-lagi menjelaskan jika kunker ini dilakukan bukan untuk jalan-jalan.
"Kami memahami dan menghargai kritik dan masukan publik. Tapi kami kunker sama sekali jauh dari jalan-jalan yang dikesankan di media yang disampaikan seluruh pengamat, redaktur media yang tidak paham persoalan, maupun rekan sejawat politikus pencari panggung media. Kunker ini penting untuk memastikan satu norma veteriner yang memang otoritas final di dunia internasional hanyalah OIE, dan ini menyangkut nasib dunia peternakan nasional di masa depan," terang Romy.
Terkait kunker ini pun, dia menyebutkan pos perjalanan dinas di pemerintahan pusat yang diperkirakan mencapai Rp15 triliun per tahun yang juga disoal publik menunjukkan adanya tendensi penggiringan berita dan pembusukan DPR oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan parpol sebagai salah satu pilar demokrasi.
"Kepada pihak-pihak ini saya tegaskan Parpol, tidak akan pernah bisa hancur, sepanjang demokrasi masih kita pilih sebagai jalan. Kecuali kita pilih kembali kepada Otorianisme, seperti masa lalu," demikian Romy.
(rsa)