DPR ke Prancis & China harus direstui rakyat
Kamis, 13 Desember 2012 - 14:43 WIB
DPR ke Prancis & China harus direstui rakyat
A
A
A
Sindonews.com - Rencana kunjungan kerja (Kunker) yang akan dilakukan Komisi IV ke dua negara yakni Prancis dan China dinilai harus mendapatkan restu dari masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV Firman Subagyo, menurutnya, jika rencana kunker tersebut tidak mendapat dukungan dari masyarakat, akan ada preseden buruk ke depannya soal kinerja anggota dewan yang akan melakukan kunker-kunker lain ke luar negeri.
Dia sendiri mengaku tidak berminat ikut dalam kunker komisinya ke Prancis dan China guna studi banding soal peternakan sapi. Dia justru takut bila pasca kunker akan menjadi polemik ditingkatan masyarakat.
"Saya menarik diri dari kunker itu. Saya lihat sinyal ada masyarakat yang tidak mendukung," ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Politikus Partai Golkar ini juga menyarankan agar setiap rencana kunker yang diagendakan DPR ada baiknya apabila di sosialisasikan kepada masyarakat.
"Sebelum berangkat disosialisasikan ke masyarakat perlu tidaknya ke sana. Karena kami berharap nanti hasilnya setelah kembali ke Indonesia disosialisasikan juga ke masyarakat apa-apa saja yang didapat," ungkapnya.
Diketahui, Komisi IV DPR akan melakukan studi banding sekaligus kunjungan kerja ke China dan Prancis. Anggota DPR ingin tahu soal peternakan sapi di negara-negara itu.
Rombongan yang menuju Prancis dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi PPP Romahurmuziy. Sedangkan rombongan yang terbang ke China dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV Firman Subagyo, menurutnya, jika rencana kunker tersebut tidak mendapat dukungan dari masyarakat, akan ada preseden buruk ke depannya soal kinerja anggota dewan yang akan melakukan kunker-kunker lain ke luar negeri.
Dia sendiri mengaku tidak berminat ikut dalam kunker komisinya ke Prancis dan China guna studi banding soal peternakan sapi. Dia justru takut bila pasca kunker akan menjadi polemik ditingkatan masyarakat.
"Saya menarik diri dari kunker itu. Saya lihat sinyal ada masyarakat yang tidak mendukung," ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Politikus Partai Golkar ini juga menyarankan agar setiap rencana kunker yang diagendakan DPR ada baiknya apabila di sosialisasikan kepada masyarakat.
"Sebelum berangkat disosialisasikan ke masyarakat perlu tidaknya ke sana. Karena kami berharap nanti hasilnya setelah kembali ke Indonesia disosialisasikan juga ke masyarakat apa-apa saja yang didapat," ungkapnya.
Diketahui, Komisi IV DPR akan melakukan studi banding sekaligus kunjungan kerja ke China dan Prancis. Anggota DPR ingin tahu soal peternakan sapi di negara-negara itu.
Rombongan yang menuju Prancis dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi PPP Romahurmuziy. Sedangkan rombongan yang terbang ke China dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron.
(rsa)