Ini isi rekaman percakapan Hartati-Amran
Kamis, 13 Desember 2012 - 12:36 WIB
Ini isi rekaman percakapan Hartati-Amran
A
A
A
Sindonews.com - Pemilik PT Hardaya Inti Plantation (HIP), yaitu Siti Hartati Murdaya tertunduk lesu saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memutarkan sadapan pembicaraan dirinya dengan mantan Bupati Buol Amran Batalipu melalui telepon milik Direktur PT HIP Totok Lestiyo.
Dalam percakapan itu, terdengar Hartati mendesak Amran agar perusahaannya tidak diganggu dengan kehadiran perusahaan lain yang ingin menggarap lahan seluas 4.500 hektare di Buol.
Bahkan, dalam rekaman itu, Hartati juga menggugat jerih payahnya dalam membangun usahanya itu.
"Saya ini sudah jadi pahlawan, malah saya yang paling berat pertama-tama kan, tiba-tiba orang lain langsung masuk saja. Jangan begitu dong. Kita ini seperti apa nih? seperti sampah saja, udah susah-susah juga," demikian penggalan isi percakapan Hartati kepada Amran dalam rekaman yang diputar jaksa di pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Masih dalam rekaman itu, Amran berusaha memenuhi permintaan mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut. "Sabar bu, insy Allah nanti saya akan coba selesaikan," jawab Amran.
Rekaman ini mengungkap sekaligus membantah pernyataan dari Hartati sendiri yang berkali-kali menyebutkan dirinya hanya korban pemerasan Amran. Selain itu, rekaman ini menjadi bantahan terhadap klaim Hartati yang menyatakan tidak mengetahui apa-apa menyangkut suap perusahaannya itu.
Dalam percakapan itu, terdengar Hartati mendesak Amran agar perusahaannya tidak diganggu dengan kehadiran perusahaan lain yang ingin menggarap lahan seluas 4.500 hektare di Buol.
Bahkan, dalam rekaman itu, Hartati juga menggugat jerih payahnya dalam membangun usahanya itu.
"Saya ini sudah jadi pahlawan, malah saya yang paling berat pertama-tama kan, tiba-tiba orang lain langsung masuk saja. Jangan begitu dong. Kita ini seperti apa nih? seperti sampah saja, udah susah-susah juga," demikian penggalan isi percakapan Hartati kepada Amran dalam rekaman yang diputar jaksa di pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Masih dalam rekaman itu, Amran berusaha memenuhi permintaan mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut. "Sabar bu, insy Allah nanti saya akan coba selesaikan," jawab Amran.
Rekaman ini mengungkap sekaligus membantah pernyataan dari Hartati sendiri yang berkali-kali menyebutkan dirinya hanya korban pemerasan Amran. Selain itu, rekaman ini menjadi bantahan terhadap klaim Hartati yang menyatakan tidak mengetahui apa-apa menyangkut suap perusahaannya itu.
(kur)