Pernyataan Zainudin, harus dijadikan otokritik bagi pemerintah
Kamis, 13 Desember 2012 - 08:48 WIB
Pernyataan Zainudin, harus dijadikan otokritik bagi pemerintah
A
A
A
Sindonews.com - Para elite di negeri ini harus mulai melakukan intropeksi diri, dan otokritik terhadap permerintahan di masa lalu dan kini agar kritik yang disampaikan mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin terhadap Presiden Indonesia ke-3 BJ Habibie tidak terulang lagi.
"Ini harus dijadikan bahan introspeksi bagi kalangan elite Indonesia. Jadi anggap saja komentar petinggi Malaysia itu 'otokritik' atas kebijakan pemerintahan di masa lalu dan masa kini," ujar Adhie saat dihubungi Sindonews, melalui BlackBerry Mesengger (BBM), Kamis (13/12/2012).
Ditambahkan dia, dasar pernyataan sikap Zainudin terhadap Habibie adalah kebijakan dia yang melepas Timor Timur dan itu adalah suatu kebenaran yang tidak bisa dibantah. Bahkan, tercatat dalam buku sejarah.
"Sebab kalau melihat kebijakan BJH soal TimTim kan memang demikian. Apalagi hal ini juga terungkap dalam buku sejarah Timtim. Tidak perlu direspon berlebihan. Sebaiknya dijadikan kritik terhadap para pemimpin kita sekarang," terangnya.
Dia melanjutkan, selama ini rakyat mengetahui keburukan para pemimpinnya setelah dia tidak menjabat dan menduduki kursi kekuasaan. Pola dan gaya pengetahuan masyarakat yang telat karena sering dibohongi ini, harus dirobah dengan dilakukannya otokritik ke dalam lingkar kekuasaan.
"Sebab setelah tidak berkuasa lagi, kita (rakyat) baru akan tahu 'siapa sebenarnya mereka'? Pemimpin rakyatnya, atau
'centeng/ksatria bagi negara asing'?" ungkapnya.
"Ini harus dijadikan bahan introspeksi bagi kalangan elite Indonesia. Jadi anggap saja komentar petinggi Malaysia itu 'otokritik' atas kebijakan pemerintahan di masa lalu dan masa kini," ujar Adhie saat dihubungi Sindonews, melalui BlackBerry Mesengger (BBM), Kamis (13/12/2012).
Ditambahkan dia, dasar pernyataan sikap Zainudin terhadap Habibie adalah kebijakan dia yang melepas Timor Timur dan itu adalah suatu kebenaran yang tidak bisa dibantah. Bahkan, tercatat dalam buku sejarah.
"Sebab kalau melihat kebijakan BJH soal TimTim kan memang demikian. Apalagi hal ini juga terungkap dalam buku sejarah Timtim. Tidak perlu direspon berlebihan. Sebaiknya dijadikan kritik terhadap para pemimpin kita sekarang," terangnya.
Dia melanjutkan, selama ini rakyat mengetahui keburukan para pemimpinnya setelah dia tidak menjabat dan menduduki kursi kekuasaan. Pola dan gaya pengetahuan masyarakat yang telat karena sering dibohongi ini, harus dirobah dengan dilakukannya otokritik ke dalam lingkar kekuasaan.
"Sebab setelah tidak berkuasa lagi, kita (rakyat) baru akan tahu 'siapa sebenarnya mereka'? Pemimpin rakyatnya, atau
'centeng/ksatria bagi negara asing'?" ungkapnya.
(san)