Wartawan kejar Wisler Manalu hingga ke Kopaja
Rabu, 12 Desember 2012 - 21:39 WIB
Wartawan kejar Wisler Manalu hingga ke Kopaja
A
A
A
Sindonews.com - Usai menjalani pemeriksaan selama hampir 10 jam, Ketua Panitia Lelang Proyek Hambalang Wisler Manalu berusaha menghindar dari awak wartawan yang telah menunggunya sejak pagi.
Wisler yang mengenakan kemeja putih keluar dari lobi KPK, sambil berjalan ke arah jalan raya langsung menumpang Kopaja P 20 jurusan Lebak Bulus-Senen. Namun, tanpa dia sadari, awak media mengejar dirinya hingga ke dalam Kopaja yang berjalan lambat karena jalan sedang macet.
Di dalam Kopaja, Wisler yang langsung diberondong sejumlah pertanyaan langsung menjadi pusat perhatian penumpang lainnya. Banyak penumpang yang menanyakan siapa sosok yang sedang dikejar wartawan tersebut.
"Siapa sih?," ujar salah seorang penumpang yang berada di dalam metromini depan gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Bahkan, karena semakin banyak awak media yang ikut mengejar Wisler, Kopaja pun semakin penuh sesak. Namun keadaan kembali tenang saat Wisler mulai mau bicara perihal pemeriksaannya.
Untuk kasus ini, KPK sudah memeriksa sekitar 70 saksi, di antaranya Kepala Bagian Perlengkapan Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Bastaman Harahap, Kepala Bidang Sentra Olahraga dan Pendidikan Kemenpora Adhi Purnomo, Kepala Bagian Hukum Kemenpora Sanusi, dan Kepala Bidang Prasarana serta Sarana Kemenpora Iyan Sudiyana.
Dalam audit BPK, disebutkan bahwa Wisler Manalu memerintahkan sekretarisnya melakukan verifikasi secara formalitas hasil evaluasi prakualifikasi dan penawaran lelang pekerjaan P3SON Hambalang, dan membuat berita acara setiap tahap hasil pekerjaan lelang pekerjaan P3SON Hambalang.
Selain itu, Wisler juga pihak yang membuat pemberitahuan perubahan nilai pekerjaan yang sebelumnya Rp262 miliar menjadi Rp1,2 triliun.
Pada Audit BPK juga disebut, proyek Hambalang ini diindikasikan merugikan negara Rp243,66 miliar. Ada 11 kesimpulan hasil audit proyek triliunan di Hambalang.
Wisler yang mengenakan kemeja putih keluar dari lobi KPK, sambil berjalan ke arah jalan raya langsung menumpang Kopaja P 20 jurusan Lebak Bulus-Senen. Namun, tanpa dia sadari, awak media mengejar dirinya hingga ke dalam Kopaja yang berjalan lambat karena jalan sedang macet.
Di dalam Kopaja, Wisler yang langsung diberondong sejumlah pertanyaan langsung menjadi pusat perhatian penumpang lainnya. Banyak penumpang yang menanyakan siapa sosok yang sedang dikejar wartawan tersebut.
"Siapa sih?," ujar salah seorang penumpang yang berada di dalam metromini depan gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Bahkan, karena semakin banyak awak media yang ikut mengejar Wisler, Kopaja pun semakin penuh sesak. Namun keadaan kembali tenang saat Wisler mulai mau bicara perihal pemeriksaannya.
Untuk kasus ini, KPK sudah memeriksa sekitar 70 saksi, di antaranya Kepala Bagian Perlengkapan Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Bastaman Harahap, Kepala Bidang Sentra Olahraga dan Pendidikan Kemenpora Adhi Purnomo, Kepala Bagian Hukum Kemenpora Sanusi, dan Kepala Bidang Prasarana serta Sarana Kemenpora Iyan Sudiyana.
Dalam audit BPK, disebutkan bahwa Wisler Manalu memerintahkan sekretarisnya melakukan verifikasi secara formalitas hasil evaluasi prakualifikasi dan penawaran lelang pekerjaan P3SON Hambalang, dan membuat berita acara setiap tahap hasil pekerjaan lelang pekerjaan P3SON Hambalang.
Selain itu, Wisler juga pihak yang membuat pemberitahuan perubahan nilai pekerjaan yang sebelumnya Rp262 miliar menjadi Rp1,2 triliun.
Pada Audit BPK juga disebut, proyek Hambalang ini diindikasikan merugikan negara Rp243,66 miliar. Ada 11 kesimpulan hasil audit proyek triliunan di Hambalang.
(stb)