PPP hanya incar posisi Wapres
Senin, 10 Desember 2012 - 21:59 WIB
PPP hanya incar posisi Wapres
A
A
A
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menegaskan pihaknya mengincar posisi Wakil Presiden (Wapres) untuk bisa diisi kadernya pada pemilihan presiden pada 2014 mendatang.
Ketua Fraksi PPP DPR RI Hasrul Azwar mengatakan, pihaknya sangat berambisi untuk menaikan harga jual partai. Pasalnya, dari ranking yang ada saat ini, partainya jauh meluncur dari posisi sebelumnya. Hal tersebut pun terlihat dari sedikitnya kepala daerah di Indonesia yang berasal dari partai berlambang kabah tersebut.
“Kita menjual harga partai ini lebih tinggi. Kita punya gubernur cuma satu di Kalimantan Selatan. Yang lain cuma wakil. Sakit, kalau kalah,“ kata Hasrul saat ditemui dalam acara Bimbingan Teknis Nasional PPP, di Hotel Boutiqe, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Dia pun mengaku pihaknya akan terus memajukan para kadernya yang sudah menjadi anggota dewan dan bahkan mendorong para kader lainnya untuk menjadi anggota dewan.
“Semua kader harus jadi calon, supaya kita bisa mengisi berbagai posisi legislatif. Target 2014 kembali saja ke 58, kalau bisa lebih besar 60,70. Tapi kalau kehilangan itu lalu bisa kita ambil lagi itu posisi tawar kita. Kita berhak mendorong kader kita menjadi wapres,“ tegasnya.
Ketua Fraksi PPP DPR RI Hasrul Azwar mengatakan, pihaknya sangat berambisi untuk menaikan harga jual partai. Pasalnya, dari ranking yang ada saat ini, partainya jauh meluncur dari posisi sebelumnya. Hal tersebut pun terlihat dari sedikitnya kepala daerah di Indonesia yang berasal dari partai berlambang kabah tersebut.
“Kita menjual harga partai ini lebih tinggi. Kita punya gubernur cuma satu di Kalimantan Selatan. Yang lain cuma wakil. Sakit, kalau kalah,“ kata Hasrul saat ditemui dalam acara Bimbingan Teknis Nasional PPP, di Hotel Boutiqe, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Dia pun mengaku pihaknya akan terus memajukan para kadernya yang sudah menjadi anggota dewan dan bahkan mendorong para kader lainnya untuk menjadi anggota dewan.
“Semua kader harus jadi calon, supaya kita bisa mengisi berbagai posisi legislatif. Target 2014 kembali saja ke 58, kalau bisa lebih besar 60,70. Tapi kalau kehilangan itu lalu bisa kita ambil lagi itu posisi tawar kita. Kita berhak mendorong kader kita menjadi wapres,“ tegasnya.
(kur)