Golkar menilai, rapor Pemerintahan SBY merah
Minggu, 09 Desember 2012 - 14:56 WIB
Golkar menilai, rapor Pemerintahan SBY merah
A
A
A
Sindonews.com – Partai Golkar konsentrasi pada pemenangan Pemilu 2014. Maka itu, kursi kosong Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang ditinggalkan Andi Alfian Mallarangeng tidak akan menjadi incaran partai berlambang pohon beringin tersebut.
“Bagi Partai Golkar mundurnya Andi bukanlah sesuatu yang diharapkan. Artinya Golkar sama sekali tidak tertarik dengan posisi menteri,“ ujar Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo saat ditemui dalam deklarasi forum antikorupsi, di Gedung Purna Wira Jakarta Selatan, (Minggu 9/12/2012).
Kurangnya naluri kekuasaan Partai Golkar di kabinet SBY ini, karena masa jabatan tersebut tinggal sedikit lagi. Apalagi, kinerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilainya memiliki rapor merah.
“Kita khawatir kalau kita berambisi ke sana kita akan berada pada kapal besar yang sebentar lagi akan karam. Pemerintahan dengan rapor merah bukanlah hal yang menarik untuk menambah kursi menteri lagi,“ terangnya.
Bahkan, anggota Komisi III DPR ini, menegaskan, pihaknya tetap melakukan penolakan meskipun Presiden SBY meminta Golkar menempatkan kadernya di Menpora.
“Pemerintahan ini sudah tidak menarik lagi dan bahkan akan menjadi kontraproduktif perjuangan Golkar untuk merebut kursi nomor satu atau pemilu 2014. Kita pasti tidak mau ambil risiko,“ tandasnya.
Seperti diketahui, beberapa anggota kabinet Presiden SBY berasal dari Partai Golkar. Mereka adalah, Agung Laksono sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Sharif Cicip Sutardjo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dan MS. Hidayat sebagai Menteri Perindustrian.
“Bagi Partai Golkar mundurnya Andi bukanlah sesuatu yang diharapkan. Artinya Golkar sama sekali tidak tertarik dengan posisi menteri,“ ujar Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo saat ditemui dalam deklarasi forum antikorupsi, di Gedung Purna Wira Jakarta Selatan, (Minggu 9/12/2012).
Kurangnya naluri kekuasaan Partai Golkar di kabinet SBY ini, karena masa jabatan tersebut tinggal sedikit lagi. Apalagi, kinerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilainya memiliki rapor merah.
“Kita khawatir kalau kita berambisi ke sana kita akan berada pada kapal besar yang sebentar lagi akan karam. Pemerintahan dengan rapor merah bukanlah hal yang menarik untuk menambah kursi menteri lagi,“ terangnya.
Bahkan, anggota Komisi III DPR ini, menegaskan, pihaknya tetap melakukan penolakan meskipun Presiden SBY meminta Golkar menempatkan kadernya di Menpora.
“Pemerintahan ini sudah tidak menarik lagi dan bahkan akan menjadi kontraproduktif perjuangan Golkar untuk merebut kursi nomor satu atau pemilu 2014. Kita pasti tidak mau ambil risiko,“ tandasnya.
Seperti diketahui, beberapa anggota kabinet Presiden SBY berasal dari Partai Golkar. Mereka adalah, Agung Laksono sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Sharif Cicip Sutardjo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dan MS. Hidayat sebagai Menteri Perindustrian.
(kur)