Bibit: Jujur itu tidak mudah!
Minggu, 09 Desember 2012 - 11:09 WIB
Bibit: Jujur itu tidak mudah!
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto menganggap saat ini kejujuran adalah barang yang sangat langka terjadi di Indonesia. Hal itulah yang kemudian menjadi celah besar terjadinya korupsi di negara ini.
Maka itu, dirinya pun mengaku sangat mengapresiasi dengan slogan KPK saat ini yang mengusung “Berani Jujur Hebat“.
“Bagus, justru jujur itu yang menjadi tujuan. Menjadi alat untuk mencapai tujuan tidak terjadi korupsi,“ kata Bibit saat ditemui dalam acara deklarasi Forum Peduli Memerangi Korupsi ( FPMK), di Gedung Purna Wira, Jakarta, Minggu (9/12/2012).
Bibit pun melihat, saat ini perilaku jujur menjadi barang yang mahal. Oleh karena itulah, dengan moto itu diharapkan bisa menggiring masyarakat untuk bisa berperilaku jujur.
“Untuk berlaku jujur kan tidak mudah. Itu makanya bisa mengarahkan masyarakat untuk berlaku jujur. Itu juga sudah sering dikumandankan sejak lama,“ jelasnya.
Ditambahkan Bibit, jika akhirnya ketidakjujuran itu masih tetap bertahan di negara Indonesia, bukan tidak mungkin negara akan bertambah hancur karena korupsi.
“Ketidakjujuran lah yang membawa kita seperti sekarang ini,“ tandasnya.
Maka itu, dirinya pun mengaku sangat mengapresiasi dengan slogan KPK saat ini yang mengusung “Berani Jujur Hebat“.
“Bagus, justru jujur itu yang menjadi tujuan. Menjadi alat untuk mencapai tujuan tidak terjadi korupsi,“ kata Bibit saat ditemui dalam acara deklarasi Forum Peduli Memerangi Korupsi ( FPMK), di Gedung Purna Wira, Jakarta, Minggu (9/12/2012).
Bibit pun melihat, saat ini perilaku jujur menjadi barang yang mahal. Oleh karena itulah, dengan moto itu diharapkan bisa menggiring masyarakat untuk bisa berperilaku jujur.
“Untuk berlaku jujur kan tidak mudah. Itu makanya bisa mengarahkan masyarakat untuk berlaku jujur. Itu juga sudah sering dikumandankan sejak lama,“ jelasnya.
Ditambahkan Bibit, jika akhirnya ketidakjujuran itu masih tetap bertahan di negara Indonesia, bukan tidak mungkin negara akan bertambah hancur karena korupsi.
“Ketidakjujuran lah yang membawa kita seperti sekarang ini,“ tandasnya.
(rsa)