Ke Istana, wajah Abraham lesu
Jum'at, 07 Desember 2012 - 16:19 WIB
Ke Istana, wajah Abraham lesu
A
A
A
Sindonews.com - Wajah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad kali ini terlihat berbeda. Raut wajahnya terlihat lesu dan bingung saat memasuki pagar pintu masuk Kantor Presiden di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
Saat ditanya oleh wartawan terkait kedatanganya ke Kantor Presiden, dia enggan menjawab dan menutup mulutnya rapat-rapat. Menelusuri lorong, dia tampak ditemani oleh Wakilnya Bambang Widjojanto dan Menko Polhukam Djoko Suyanto.
Bahkan Abraham sempat menghindar dari para pewarta berita yang sudah menunggunya, kendati "dikeroyok" oleh para wartawan, namun dia tetap diam seribu bahasa. Hanya Djoko Suyanto yang bersedia menjawab singkat.
"Nanti ya setelah pertemuan akan bicara," kata Djoko Suyanto, di Kantor Presiden di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2012).
Kemudian, tiba di ruang pertemuan, Abraham langsung disambut kedatangannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Silahkan," ucap SBY mempersilahkan Abraham masuk.
Dalam pembahasan pertama yang membahas mengenai peringatan hari antikorupsi, suara Abraham tampak lirih sesekali tenggorokanya menelan ludah, dan tersendat.
Tubuhnya pun agak bungkuk. Ada apa dengan Abraham? Apakah dia merasa tak enak telah menetapkan orang terdekat SBY menjadi tersangka?
Saat ditanya oleh wartawan terkait kedatanganya ke Kantor Presiden, dia enggan menjawab dan menutup mulutnya rapat-rapat. Menelusuri lorong, dia tampak ditemani oleh Wakilnya Bambang Widjojanto dan Menko Polhukam Djoko Suyanto.
Bahkan Abraham sempat menghindar dari para pewarta berita yang sudah menunggunya, kendati "dikeroyok" oleh para wartawan, namun dia tetap diam seribu bahasa. Hanya Djoko Suyanto yang bersedia menjawab singkat.
"Nanti ya setelah pertemuan akan bicara," kata Djoko Suyanto, di Kantor Presiden di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2012).
Kemudian, tiba di ruang pertemuan, Abraham langsung disambut kedatangannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Silahkan," ucap SBY mempersilahkan Abraham masuk.
Dalam pembahasan pertama yang membahas mengenai peringatan hari antikorupsi, suara Abraham tampak lirih sesekali tenggorokanya menelan ludah, dan tersendat.
Tubuhnya pun agak bungkuk. Ada apa dengan Abraham? Apakah dia merasa tak enak telah menetapkan orang terdekat SBY menjadi tersangka?
(maf)