Jeffry minta KPK periksa pengawal Angie
Kamis, 06 Desember 2012 - 13:22 WIB
Jeffry minta KPK periksa pengawal Angie
A
A
A
Sindonews.com - Jurnalis kantor berita Antara Jeffry Rawis hari ini diketahui akan kembali menjadi saksi dalam persidangan kasus penyuapan pengurusan anggaran di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Kementerian Pemuds dan Olahraga (Kemenpora).
Dia pun mengaku bingung mengapa dirinya sampai hari ini masih terus-menerus dijadikan saksi dalam persidangan dengan terdakwa yang juga merupakan saudaranya Angelina Sondakh (Angie).
Menurut Jeffry, masih ada orang lain yang juga bernama Jeffry yang merupakan pengawal Angelina Sondakh saat masih menjabat sebagai anggota DPR. Namun, hingga kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum juga memeriksanya.
"Saya siap dikonfrontir dengan siapa saja. Saya ini bukan Jeffry yang dimaksud oleh KPK dan Jaksa. Ada juga pengawal Angie yang namanya Jefry. Tapi kenapa saya yang difitnah. Saya yang dicekal. Sedangkan Jefry yang pengawal itu tidak pernah diperiksa KPK," kata Jefry sebelum persidangan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (5/11/2012).
Dia pun menegaskan, dengan tingkatan umurnya yang lebih tua dibandingkan Angie, tidak mungkin bisa diperintah-perintah oleh mantan istri mendiang Adjie Massaid tersebut.
"Saya ini kakaknya dia (Angie). Mana mungkin dia berani menyuruh saya. Jadi intinya saya tidak tahu dan tak kenal dengan saksi lain (Dadang dan Lutfie). Itu bukan saya," tegasnya.
Seperti diketahui, Jeffry saat bersaksi pekan lalu membantah menjadi kurir Angie untuk mengambil uang dari Grup Permai. Namun Jeffry menjelaskan pernah menerima uang RP2 juta dari Angie.
Uang tersebut diterima empat sampai lima kali sebagai honor peliputan. "Pernah terima tidak secara tunai tetapi secara transfer ke Bank Mandiri," kata Jeffry pekan lalu.
Selain itu, Jeffrey mengakui pernah menerima uang sebesar Rp10 juta dari Angie. Namun uang tersebut diberikan untuk uang duka keluarga.
Jeffry membantah pernah dimintai tolong mengambil sesuatu atau disuruh menerima uang. Meski begitu dia membenarkan pernah diminta Angie untuk mempublikasi mengenai kegiatan Angie.
"Pernah disuruh untuk mengajak teman-teman wartawan dalam rangka peliputan kampanye orang utan," kata Jeffrey. Selain kampanye tersebut Jeffry mengatakan pernah meliput Angie pada saat peluncuran buku pariwisata.
Dia pun mengaku bingung mengapa dirinya sampai hari ini masih terus-menerus dijadikan saksi dalam persidangan dengan terdakwa yang juga merupakan saudaranya Angelina Sondakh (Angie).
Menurut Jeffry, masih ada orang lain yang juga bernama Jeffry yang merupakan pengawal Angelina Sondakh saat masih menjabat sebagai anggota DPR. Namun, hingga kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum juga memeriksanya.
"Saya siap dikonfrontir dengan siapa saja. Saya ini bukan Jeffry yang dimaksud oleh KPK dan Jaksa. Ada juga pengawal Angie yang namanya Jefry. Tapi kenapa saya yang difitnah. Saya yang dicekal. Sedangkan Jefry yang pengawal itu tidak pernah diperiksa KPK," kata Jefry sebelum persidangan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (5/11/2012).
Dia pun menegaskan, dengan tingkatan umurnya yang lebih tua dibandingkan Angie, tidak mungkin bisa diperintah-perintah oleh mantan istri mendiang Adjie Massaid tersebut.
"Saya ini kakaknya dia (Angie). Mana mungkin dia berani menyuruh saya. Jadi intinya saya tidak tahu dan tak kenal dengan saksi lain (Dadang dan Lutfie). Itu bukan saya," tegasnya.
Seperti diketahui, Jeffry saat bersaksi pekan lalu membantah menjadi kurir Angie untuk mengambil uang dari Grup Permai. Namun Jeffry menjelaskan pernah menerima uang RP2 juta dari Angie.
Uang tersebut diterima empat sampai lima kali sebagai honor peliputan. "Pernah terima tidak secara tunai tetapi secara transfer ke Bank Mandiri," kata Jeffry pekan lalu.
Selain itu, Jeffrey mengakui pernah menerima uang sebesar Rp10 juta dari Angie. Namun uang tersebut diberikan untuk uang duka keluarga.
Jeffry membantah pernah dimintai tolong mengambil sesuatu atau disuruh menerima uang. Meski begitu dia membenarkan pernah diminta Angie untuk mempublikasi mengenai kegiatan Angie.
"Pernah disuruh untuk mengajak teman-teman wartawan dalam rangka peliputan kampanye orang utan," kata Jeffrey. Selain kampanye tersebut Jeffry mengatakan pernah meliput Angie pada saat peluncuran buku pariwisata.
(rsa)