PKS sesalkan kebijakan Mabes Polri

Rabu, 05 Desember 2012 - 16:26 WIB
PKS sesalkan kebijakan...
PKS sesalkan kebijakan Mabes Polri
A A A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyesalkan kebijakan Mabes Polri yang kembali menarik 13 penyidiknya yang sedang bertugas sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal KPK tengah menanganani kasus-kasus besar yang membutuhkan banyak penyidik, kekuatan dan konsentrasi penuh.

"Dengan kembali dilakukan penarikan 13 penyidik yang sebelumnya juga sudah ditarik sebanyak 20 orang, akan semakin membuat konsentrasi KPK akan terganggu dan sekaligus dapat memperlemah dan memperlambat gerak KPK," kata Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra dalam rilis yang di terima SINDO di Jakarta, Rabu (5/12/2012).

Penarikan penyidik oleh polri dalam jumlah yang cukup banyak dan waktunya hampir bersmaan dengan penahanan terhadap Irjen Pol Djoko Susilo.

Tambahnya, akan memunculkan asumsi di publik bahwa ini patut diduga bagian dari aksi balasan dan merupakan kelanjutan disharmonisasi antara KPK dan Polri.

"Seharusnya sesama institusi penegak hukum KPK dan Polri saling mendukung dan saling menguatkan satu sama lainnya, bukan sebaliknya," tandasnya.

Berkaca pada persoalan penarikan penyidik Polri maupun Penuntut oleh Kejaksaan yang terus berulang dan menimbulkan masalah, Indra mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk segera menandatangani dan mengesahkan draf revisi Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2005, yang mengatur soal sumber daya manusia di KPK.

Langkah cepat dan persetujuan presiden atas draf revisi PP Nomor 63 Tahun 2005 merupakan bentuk komitmen dan pembuktian SBY dalam mendukung KPK dan pemberantasan korupsi.

"Saya yakin PP tersebut akan menjadi keputusan politik yang penting dalam mengatasi persoalan-persoalan yang selama ini dihadapi KPK terkait SDM," jelas Ketua DPP PKS itu.

Dia berharap, dengan disahkannya revisi PP Nomor 63 Tahun 2005 ketergantungan dan instabilitas SDM di KPK tidak terjadi lagi. Sehingga kedepan KPK benar-benar dapat berkonsentrasi dalam melakukan pemberantasan korupsi di negeri ini.
(mhd)
Berita Terkait
Giliran Kasatgas Penyidikan...
Giliran Kasatgas Penyidikan KPK Kembali ke Polri
Asisten Hasto Laporkan...
Asisten Hasto Laporkan Rosa Purba Bekti Penyidik KPK dari Polri ke Dewas KPK
Diduga Peras Walkot...
Diduga Peras Walkot Tanjung Balai, Penyidik KPK dari Polri Ditahan
15 Personel Polri Dikirim...
15 Personel Polri Dikirim ke KPK untuk Jadi Penyidik
Kuasa Hukum Asisten...
Kuasa Hukum Asisten Hasto Laporkan Penyidik KPK ke Propam Polri
Mantan Penyidik KPK,...
Mantan Penyidik KPK, Novel Baswedan Terima Tawaran Jadi ASN Polri
Berita Terkini
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved