Korupsi rawan picu konflik horizontal
Rabu, 05 Desember 2012 - 11:21 WIB
Korupsi rawan picu konflik horizontal
A
A
A
Sindonews.com - Tindakan korupsi yang makin marak saat di Indonesia, dikhawatirkan akan menjadi sebuah konflik sosial di masyarakat kedepannya. Pasalnya, bertingkatnya jumlah korupsi, diprediksi akan seiring bertambahnya kekerasan sosial.
"Kemarahan yang berujung konflik horizontal yang terjadi saat ini dapat tumbuh akibat perilaku korupsi. Ini bisa menjadikan suatu kekerasan sosial yang membahayakan," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dalam acara konfrensi nasional anti Korupsi di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Menurutnya, peran pemerintah saat ini sangatlah penting untuk dapat menjadi teladan masyarakat dalam memberantas korupsi. Seharusnya pemerintah bisa sebagai garda terdepan dalam persoalan integritas nasional.
"Jika seperti itu, mudahan mudahan semua dapat menjadi komponen bangsa yang harus digerakan terus-menerus," terangnya.
Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) itu, mencontohkan hal tersebut pada pengalamannya memberantas korupsi. Menurutnya, pemberantasan korupsi seharusnya dimulai dari pembangunan integritas mulai dari pribadi maupun kolegial.
"Mulai dari keluarga sampai dengan institusi, baik secara nasional maupun internasional," pungkasnya.
"Kemarahan yang berujung konflik horizontal yang terjadi saat ini dapat tumbuh akibat perilaku korupsi. Ini bisa menjadikan suatu kekerasan sosial yang membahayakan," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dalam acara konfrensi nasional anti Korupsi di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Menurutnya, peran pemerintah saat ini sangatlah penting untuk dapat menjadi teladan masyarakat dalam memberantas korupsi. Seharusnya pemerintah bisa sebagai garda terdepan dalam persoalan integritas nasional.
"Jika seperti itu, mudahan mudahan semua dapat menjadi komponen bangsa yang harus digerakan terus-menerus," terangnya.
Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) itu, mencontohkan hal tersebut pada pengalamannya memberantas korupsi. Menurutnya, pemberantasan korupsi seharusnya dimulai dari pembangunan integritas mulai dari pribadi maupun kolegial.
"Mulai dari keluarga sampai dengan institusi, baik secara nasional maupun internasional," pungkasnya.
(mhd)