Dirut PT Garam akui ada oknum DPR minta jatah
Selasa, 04 Desember 2012 - 16:53 WIB
Dirut PT Garam akui ada oknum DPR minta jatah
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama PT Garam, Yulian Lintang hari ini diundang Badan Kehormatan (BK) terkait laporan adanya anggota Dewan Perwakilan Rayat (DPR) yang meminta jatah ke sejumlah perusahaan BUMN.
Di hadapan BK, Yulian mengakui memang ada permintaan jatah dari salah seorang oknum anggota DPR itu. Dia juga mengaku apa yang dikatakan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan soal permintaan jatah itu memang benar adanya.
"Apa yang disampaikan Pak Dahlan benar dan memang ada permintaan namun belum terjadi transaksi," ujar Yulian Lintang di Gedung DPR, Selasa (4/12/2012)
Dirinya juga membeberkan adanya pertemuan antara PT Garam dengan anggota dewan yang disebutkannya tersebut. "Ada pertemuan, hanya sekali," ujarnya singkat.
Namun, Yulian enggan menjelaskan apakah pertemuan itu adalah pertemuan resmi atau pertemuan pribadi.
PT Garam sendiri sampai saat ini belum mendapatkan anggaran apapun yang baru saja diajukan, termasuk Penyertaan Modal Negara (PMN).
"Sudah saya sampaikan semua ke BK. Pokoknya PT Garam sudah mengajukan Rp100 miliar, tapi saat ini belum diterima. Penyertaan modal negara (PMN) pun baru diajukan, dan itu juga belum turun," tuturnya.
Ditanyakan soal keterkaitan dengan mantan Dirut PT Garam, Slamet Untung Irredenta, menurutnya kehadiran mantan Dirut itu hanya sebagai pelengkap keterangan. "Oh itu hanya untuk pelengkap keterangan saja," tutup Yulian.
Di hadapan BK, Yulian mengakui memang ada permintaan jatah dari salah seorang oknum anggota DPR itu. Dia juga mengaku apa yang dikatakan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan soal permintaan jatah itu memang benar adanya.
"Apa yang disampaikan Pak Dahlan benar dan memang ada permintaan namun belum terjadi transaksi," ujar Yulian Lintang di Gedung DPR, Selasa (4/12/2012)
Dirinya juga membeberkan adanya pertemuan antara PT Garam dengan anggota dewan yang disebutkannya tersebut. "Ada pertemuan, hanya sekali," ujarnya singkat.
Namun, Yulian enggan menjelaskan apakah pertemuan itu adalah pertemuan resmi atau pertemuan pribadi.
PT Garam sendiri sampai saat ini belum mendapatkan anggaran apapun yang baru saja diajukan, termasuk Penyertaan Modal Negara (PMN).
"Sudah saya sampaikan semua ke BK. Pokoknya PT Garam sudah mengajukan Rp100 miliar, tapi saat ini belum diterima. Penyertaan modal negara (PMN) pun baru diajukan, dan itu juga belum turun," tuturnya.
Ditanyakan soal keterkaitan dengan mantan Dirut PT Garam, Slamet Untung Irredenta, menurutnya kehadiran mantan Dirut itu hanya sebagai pelengkap keterangan. "Oh itu hanya untuk pelengkap keterangan saja," tutup Yulian.
(lns)