KPK istimewakan DS?
Senin, 03 Desember 2012 - 19:50 WIB
KPK istimewakan DS?
A
A
A
Sindonews.com - Tersangka Simulator SIM Irjen Pol Djoko Susilo nampaknya diberikan keistimewaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat hendak boyong dari markas KPK ke rumah tahanan (Rutan) Guntur, Jakarta Selatan.
Saat hendak diboyong dengan menumpang mobil tahanan KPK sekitar pukul pukul 18.25 WIB, Djoko yang terlihat mengenakan kemeja biru tak dibalut oleh baju tahanan KPK. Dia justru terlihat dibalut jaket coklat seperti saat tiba pagi hari menjalani pemeriksaan. DS pun diketahui tidak diborgol ketika digiring usai menjalani pemeriksaan.
Juru bicara KPK Johan Budi membantah jika DS disebut mendapatkan perlakuan istimewa dari KPK. Menurutnya, semua itu hanya dipermasalahan teknis saja.
"Di borgol, kalau ada penangkapan atau operasi tangkap tangan. Kalau baju tahanan biasanya dipakai. Tadi saya dapat info penyidik mungkin sudah tahu akan ditanya wartawan makanya baju di bawa. Tapi teknis saja," jelasnya.
Sementara itu, terkait soal ruangan tahanan yang akan ditempati DS di Rutan Guntur, lanjut Johan, DS hanya mendekam sendiri di kamar lainnya yang ada di Rutan Guntur tersebut. Sementara, salah satu kamar tahanannya telah dihuni oleh dua tersangka kasus korupsi yakni, Zulkarnaen Djabar dan Heru Kisbandono.
“Di rutan KPK ada dua sel ruang tahanan dmn kapasitasnya masing-masing untuk dua orang. Sepertinya (DS ditahan) sendiri," kata Johan.
Johan pun memastikan jika DS tak akan mendapat perlakukan istimewa di Rutan Guntur tersebut.
"Rutan KPK yang di Pomdam yang jaga KPK. Kalau ada pihak-pihak yang mau nengok dia akan bertemu dengan petugas KPK yang bertugas di sana," tandas Johan.
Saat hendak diboyong dengan menumpang mobil tahanan KPK sekitar pukul pukul 18.25 WIB, Djoko yang terlihat mengenakan kemeja biru tak dibalut oleh baju tahanan KPK. Dia justru terlihat dibalut jaket coklat seperti saat tiba pagi hari menjalani pemeriksaan. DS pun diketahui tidak diborgol ketika digiring usai menjalani pemeriksaan.
Juru bicara KPK Johan Budi membantah jika DS disebut mendapatkan perlakuan istimewa dari KPK. Menurutnya, semua itu hanya dipermasalahan teknis saja.
"Di borgol, kalau ada penangkapan atau operasi tangkap tangan. Kalau baju tahanan biasanya dipakai. Tadi saya dapat info penyidik mungkin sudah tahu akan ditanya wartawan makanya baju di bawa. Tapi teknis saja," jelasnya.
Sementara itu, terkait soal ruangan tahanan yang akan ditempati DS di Rutan Guntur, lanjut Johan, DS hanya mendekam sendiri di kamar lainnya yang ada di Rutan Guntur tersebut. Sementara, salah satu kamar tahanannya telah dihuni oleh dua tersangka kasus korupsi yakni, Zulkarnaen Djabar dan Heru Kisbandono.
“Di rutan KPK ada dua sel ruang tahanan dmn kapasitasnya masing-masing untuk dua orang. Sepertinya (DS ditahan) sendiri," kata Johan.
Johan pun memastikan jika DS tak akan mendapat perlakukan istimewa di Rutan Guntur tersebut.
"Rutan KPK yang di Pomdam yang jaga KPK. Kalau ada pihak-pihak yang mau nengok dia akan bertemu dengan petugas KPK yang bertugas di sana," tandas Johan.
(rsa)