RUU Pilpres, Setgab melunak
Senin, 03 Desember 2012 - 14:15 WIB
RUU Pilpres, Setgab melunak
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Demokrat Saan Mustopa menyatakan Sekretariat Gabungan (Setgab) mulai menyepakati Undang-undang (UU) Pemilihan Presiden (Pilpres) agar tidak perlu direvisi.
"Ada semacam kesadaran bersama di Setgab, UU (Pilpres) hari ini masih memadai digunakan di 2014. Baik presidential threshold (PT) atau persaratan lain. Ada kesadaran bersama untuk tidak merevisi," ujar Saan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Saan menepis anggapan UU Pilpres dengan PT 20 persen untuk menghadang calon presiden dari partai menengah, apalagi dalam Setgab juga ada partai menengah.
"Bukan menutup ruang bagi partai kecil, ada kesadaran bersama kita ingin Pilpres akan datang, mengalami peningkatan kualitas dalam demokrasi," ujarnya.
Anggota Komisi III ini juga membantah PT yang tinggi untuk mencegah Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres pada 2014 nanti.
"Enggak ada, kita tidak pernah terpikir saling menghambat, di Setgab tidak pernah mempunyai pikiran seperti itu, karena partai juga mempunyai preferensi masing-masing," tandasnya.
Saan menganggap elektabilitas Prabowo yang semakin naik bukan berarti menjadi ancaman bagi calon presiden dari partai lain. Pasalnya masih cukup waktu untuk memperbaiki elektabilitas para calon yang berniat maju sebagai calon presiden.
"Bukan ancaman, toh masih panjang untuk meningkatkan elektabilitas," pungkasnya.
"Ada semacam kesadaran bersama di Setgab, UU (Pilpres) hari ini masih memadai digunakan di 2014. Baik presidential threshold (PT) atau persaratan lain. Ada kesadaran bersama untuk tidak merevisi," ujar Saan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Saan menepis anggapan UU Pilpres dengan PT 20 persen untuk menghadang calon presiden dari partai menengah, apalagi dalam Setgab juga ada partai menengah.
"Bukan menutup ruang bagi partai kecil, ada kesadaran bersama kita ingin Pilpres akan datang, mengalami peningkatan kualitas dalam demokrasi," ujarnya.
Anggota Komisi III ini juga membantah PT yang tinggi untuk mencegah Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres pada 2014 nanti.
"Enggak ada, kita tidak pernah terpikir saling menghambat, di Setgab tidak pernah mempunyai pikiran seperti itu, karena partai juga mempunyai preferensi masing-masing," tandasnya.
Saan menganggap elektabilitas Prabowo yang semakin naik bukan berarti menjadi ancaman bagi calon presiden dari partai lain. Pasalnya masih cukup waktu untuk memperbaiki elektabilitas para calon yang berniat maju sebagai calon presiden.
"Bukan ancaman, toh masih panjang untuk meningkatkan elektabilitas," pungkasnya.
(rsa)