Ada sinyal pembunuhan karakter Ketua KPK
Jum'at, 30 November 2012 - 14:29 WIB
Ada sinyal pembunuhan karakter Ketua KPK
A
A
A
Sindonews.com - Keberanian Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dalam mengusut beberapa kasus besar, memberikan pengaruh besar terhadap karakter dirinya.
Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan, banyak motif yang terjadi belakangan ini, menyerang pria asal Makassar, Sulawesi Selatan itu.
"Bukankah kepemimpinan KPK kolektif kolegial? Kenapa hanya Abraham yang diserang? Saya mengendus ada motif pembunuhan karakter atas kepemimpinan Abraham Samad yang tanpa kompromi itu," kata Bambang melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Jumat (30/11/2012).
Politikus Partai Golkar itu menjelaskan, karena keberanian Abraham, sejumlah kasus besar yang sebelumnya mandek, berhasil didorong dengan penetapan beberapa tersangka. Kasus besar itu seperti kasus cek pelawat, wisma atlet, Hambalang, dan kasus Bank Century.
"Saya menduga ada pihak yang tidak nyaman dan bahkan terancam dengan keberanian Abraham mendorong dengan cepat penetapan para tersangka kasus-kasus yang selama ini mangkrak di KPK," tegasnya.
Lebih lanjut dia mengapresiasi langkah pria berjenggot dan berkumis ini, sangat berani dalam mengusut kasus besar tersebut. Dia meyakini, jika bukan Abraham, tidak tahu nasib kasus yang selama ini menjadi harapan publik.
"Saya juga yakin, jika Ketua KPK bukan Abraham, maka kasus besar tersebut akan tetap mangkrak dan terus berputar-putar seperti 'tong setan' di KPK," pungkasnya.
Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan, banyak motif yang terjadi belakangan ini, menyerang pria asal Makassar, Sulawesi Selatan itu.
"Bukankah kepemimpinan KPK kolektif kolegial? Kenapa hanya Abraham yang diserang? Saya mengendus ada motif pembunuhan karakter atas kepemimpinan Abraham Samad yang tanpa kompromi itu," kata Bambang melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Jumat (30/11/2012).
Politikus Partai Golkar itu menjelaskan, karena keberanian Abraham, sejumlah kasus besar yang sebelumnya mandek, berhasil didorong dengan penetapan beberapa tersangka. Kasus besar itu seperti kasus cek pelawat, wisma atlet, Hambalang, dan kasus Bank Century.
"Saya menduga ada pihak yang tidak nyaman dan bahkan terancam dengan keberanian Abraham mendorong dengan cepat penetapan para tersangka kasus-kasus yang selama ini mangkrak di KPK," tegasnya.
Lebih lanjut dia mengapresiasi langkah pria berjenggot dan berkumis ini, sangat berani dalam mengusut kasus besar tersebut. Dia meyakini, jika bukan Abraham, tidak tahu nasib kasus yang selama ini menjadi harapan publik.
"Saya juga yakin, jika Ketua KPK bukan Abraham, maka kasus besar tersebut akan tetap mangkrak dan terus berputar-putar seperti 'tong setan' di KPK," pungkasnya.
(maf)