Nazaruddin dituding cemarkan nama Ibas
Jum'at, 30 November 2012 - 10:47 WIB
Nazaruddin dituding cemarkan nama Ibas
A
A
A
Sindonews.com - Juru Bicara Partai Demokrat (PD) Andi Nurpati mengatakan, terpidana kasus wisma atlet M Nazaruddin berupaya membusukkan nama Sekretaris Jenderal (Sekjen) PD, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.
Menurut Nazaruddin, dia rajin melaporkan keuangan Demokrat kepada putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
"Itu fitnah dan upaya pembusukan terhadap Mas Ibas," kata Nurpati melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Jumat (30/11/2012).
Menurut Nurpati, pernyataan mantan Bendahara Umum (Benhum) PD itu, merasa kecewa dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini, sehingga berupaya menyeret nama Ibas.
Selain itu, Nazaruddin marah karena dijemput paksa ke Indonesia atas perintah Ketua Dewan Pembinanya, SBY dan diminta mengundurkan diri dari Benhum PD.
"Sebaiknya Nazaruddin fokus pada bagaimana meringankan dirinya dalam banyak kasus yang masih mengancamnya," pungkasnya.
Seperti diketahui, pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kamis 29 November 2012 kemarin, Nazaruddin mengakui, selama menjabat sebagai Benhum PD, dirinya selalu melaporkan adanya pengeluaran uang partai kepada Ibas.
Pasalnya, dari Rp64 miliar uang yang masuk ke PD selama dirinya menjabat sebagai Benhum, menjadi kewajibannya untuk melaporkan pengeluaran.
“Selama jadi Bendahara umum Demokrat, saya laporkan setiap bulan pada Ketua Umum dan Sekretaris Umum Mas Ibas. Saya laporkan semuanya secara detil,“ kata Nazarudin dalam kesaksiannya di sidang Angelina Sondakh (Angie), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Menurut Nazaruddin, dia rajin melaporkan keuangan Demokrat kepada putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
"Itu fitnah dan upaya pembusukan terhadap Mas Ibas," kata Nurpati melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Jumat (30/11/2012).
Menurut Nurpati, pernyataan mantan Bendahara Umum (Benhum) PD itu, merasa kecewa dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini, sehingga berupaya menyeret nama Ibas.
Selain itu, Nazaruddin marah karena dijemput paksa ke Indonesia atas perintah Ketua Dewan Pembinanya, SBY dan diminta mengundurkan diri dari Benhum PD.
"Sebaiknya Nazaruddin fokus pada bagaimana meringankan dirinya dalam banyak kasus yang masih mengancamnya," pungkasnya.
Seperti diketahui, pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kamis 29 November 2012 kemarin, Nazaruddin mengakui, selama menjabat sebagai Benhum PD, dirinya selalu melaporkan adanya pengeluaran uang partai kepada Ibas.
Pasalnya, dari Rp64 miliar uang yang masuk ke PD selama dirinya menjabat sebagai Benhum, menjadi kewajibannya untuk melaporkan pengeluaran.
“Selama jadi Bendahara umum Demokrat, saya laporkan setiap bulan pada Ketua Umum dan Sekretaris Umum Mas Ibas. Saya laporkan semuanya secara detil,“ kata Nazarudin dalam kesaksiannya di sidang Angelina Sondakh (Angie), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
(maf)