Golkar bantah Ical bangkrut
Kamis, 29 November 2012 - 18:13 WIB
Golkar bantah Ical bangkrut
A
A
A
Sindonews.com - Juru Bicara Partai Golkar Nurul Arifin membantah secara tegas Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) yang terdepak dari daftar 40 orang terkaya di dunia versi Majalah Forbes diasumsikan sebagai kebangkrutan.
Nurul juga membantah Ical dikatakan terpuruk dan jatuh miskin. Menurut Nurul, pendapat seperti itu terlalu menjatuhkan Ical.
"Mereka terlalu mendiskreditkan Aburizal Bakrie dan tidak realistis. Kekayaan tidak melulu yang ada di atas kertas," kata Nurul kepada wartawan, Kamis (29/11/2012).
Mantan artis ini menegaskan, bisnis yang dijalankan oleh Ical tak akan mempengaruhi sedikit pun pada pencapresannya dalam ajang pemilihan presiden (Pilpres) pada 2014 mendatang.
"Sama sekali tidak (terpengaruh), urusan bisnis Aburizal Bakrie jangan disangkutpautkan dengan pencapresan atau urusan partai, itu dua hal yang berbeda," ujarnya.
Pendanaan untuk pencapresan Ical, sambung Nurul, dilakukan partai secara mandiri. Ical sendiri dikatakannya pun sudah mempersiapkan anggaran sejak jauh hari.
"Dan untuk capres, anggaran kampanye sudah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh Aburizal Bakrie," katanya.
Sebelumnya, penurunan nilai kekayaan Ical dipicu oleh strategi utang yang kurang tepat. Keputusannya untuk mengambil utang menjadi bumerang ketika harga saham PT Bumi Resources yang digadaikannya kolaps.
Selain itu, saham Bumi Plc, perusahaan terbuka di London, Inggris, yang dibentuk Ical bersama Nathaniel Rothschild mengalami penurunan harga hingga 70 persen. Grup Bakrie pun sedang berjuang melawan Rothschild untuk membeli asetnya kembali.
Baca berita terkait seputar kekayaan Aburizal Bakrie di sini
Nurul juga membantah Ical dikatakan terpuruk dan jatuh miskin. Menurut Nurul, pendapat seperti itu terlalu menjatuhkan Ical.
"Mereka terlalu mendiskreditkan Aburizal Bakrie dan tidak realistis. Kekayaan tidak melulu yang ada di atas kertas," kata Nurul kepada wartawan, Kamis (29/11/2012).
Mantan artis ini menegaskan, bisnis yang dijalankan oleh Ical tak akan mempengaruhi sedikit pun pada pencapresannya dalam ajang pemilihan presiden (Pilpres) pada 2014 mendatang.
"Sama sekali tidak (terpengaruh), urusan bisnis Aburizal Bakrie jangan disangkutpautkan dengan pencapresan atau urusan partai, itu dua hal yang berbeda," ujarnya.
Pendanaan untuk pencapresan Ical, sambung Nurul, dilakukan partai secara mandiri. Ical sendiri dikatakannya pun sudah mempersiapkan anggaran sejak jauh hari.
"Dan untuk capres, anggaran kampanye sudah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh Aburizal Bakrie," katanya.
Sebelumnya, penurunan nilai kekayaan Ical dipicu oleh strategi utang yang kurang tepat. Keputusannya untuk mengambil utang menjadi bumerang ketika harga saham PT Bumi Resources yang digadaikannya kolaps.
Selain itu, saham Bumi Plc, perusahaan terbuka di London, Inggris, yang dibentuk Ical bersama Nathaniel Rothschild mengalami penurunan harga hingga 70 persen. Grup Bakrie pun sedang berjuang melawan Rothschild untuk membeli asetnya kembali.
Baca berita terkait seputar kekayaan Aburizal Bakrie di sini
(rsa)