Ical tak ada, survei LSI subyektif!
Kamis, 29 November 2012 - 14:18 WIB
Ical tak ada, survei LSI subyektif!
A
A
A
Sindonews.com - Hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) diketahui tidak tercantum nama calon presiden 2014 Aburizal Bakrie. Karenanya, kader Partai Golkar menganggap survei ini dilakukan secara subyektif.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Nurul Arifin menyatakan, perspektif responden yang disurvei cendrung tidak lepas dari intervensi kepentingan politik. Maka itu, Golkar tidak merasa hawatir dengan hasil survei tersebut.
"Itukan penilaian opinion leader, bukan masyarakat umum. Perspektifnya sarat dengan kepentingan, dan cenderung berpolitik," ujar Nurul Arifin melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (29/11/2012).
Meskipun Ical tidak masuk dalam delapan belas tokoh berkualitas, dia optimis ketua umumnya itu dapat memenangkan pertarungan politik lima tahunan itu.
"Kami tidak khawatir, karena pemilih sesungguhnya adalah rakyat," jelasnya.
Selain itu, Nurul menganggap hasil survei LSI yang baru dirilis kemarin itu sebagai masukan untuk lebih meyakinkan dalam mematangkan strategi sesuai dengan cita-cita Aburizal Bakrie.
Diakuinya, berbagai macam latar belakang opinion leader tersebut ditimbulkan pengusaha dan pemilik media yang semakin memperkuat penilaian tidak objektif.
"Jelas ada unsur subyektivitas, karena ada kecenderungan mengganggap Ical sebagai kompetitor bisnis. Jadi saya pribadi menduga, tidak sepenuhnya objektif dan tulus," pungkasnya.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Nurul Arifin menyatakan, perspektif responden yang disurvei cendrung tidak lepas dari intervensi kepentingan politik. Maka itu, Golkar tidak merasa hawatir dengan hasil survei tersebut.
"Itukan penilaian opinion leader, bukan masyarakat umum. Perspektifnya sarat dengan kepentingan, dan cenderung berpolitik," ujar Nurul Arifin melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (29/11/2012).
Meskipun Ical tidak masuk dalam delapan belas tokoh berkualitas, dia optimis ketua umumnya itu dapat memenangkan pertarungan politik lima tahunan itu.
"Kami tidak khawatir, karena pemilih sesungguhnya adalah rakyat," jelasnya.
Selain itu, Nurul menganggap hasil survei LSI yang baru dirilis kemarin itu sebagai masukan untuk lebih meyakinkan dalam mematangkan strategi sesuai dengan cita-cita Aburizal Bakrie.
Diakuinya, berbagai macam latar belakang opinion leader tersebut ditimbulkan pengusaha dan pemilik media yang semakin memperkuat penilaian tidak objektif.
"Jelas ada unsur subyektivitas, karena ada kecenderungan mengganggap Ical sebagai kompetitor bisnis. Jadi saya pribadi menduga, tidak sepenuhnya objektif dan tulus," pungkasnya.
(rsa)