Mahfud ogah idealismenya ditukar dengan uang
Rabu, 28 November 2012 - 15:23 WIB
Mahfud ogah idealismenya ditukar dengan uang
A
A
A
Sindonews.com - Meski menduduki peringkat pertama sebagai calon presiden (Capres) 2014 sebagai tokoh alternatif versi Lembaga Survei Indonesia (LSI). Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan sadar diri, dia belum cukup pantas untuk maju sebagai capres.
Mahfud mengingatkan, jika ingin nyapres perlu kendaraan partai politik (Parpol) dan uang yang banyak.
"Terus terang saya belum berani ke pencalonan presiden, karena saya tahu diri. Karena tidak ada parpol dan uang," jelasnya dalam acara LSI "Calon Presiden Indonesia 2014, Penilaian Opinion Leader" di Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2012).
Menurut Mahfud, sebenarnya bisa saja parpol merekrutnya dan menyediakan uang untuk maju sebagai Capres. Namun pastinya akan ada perjanjian dari kerjasama tersebut. Dia khawatir perjanjian itu akan menghilangkan idealismenya yang selama ini dipertahankan.
"Satu adalah idealisme. Kalau misalnya saya nego (dapat parpol dan uang) terus kapabilitas seseorang harus ditukar, itu kenapa sampai saat ini saya tidak berani untuk mengatakan maju sebagai capres," katanya lagi.
Lebih lanjut dia mengatakan, jika dia berubah pikiran untuk maju menjadi orang nomor satu di negeri ini, Dirinya akan menyampaikan kepada publik secepatnya.
"Tapi untuk saatnya nanti mungkin saya akan sampaikan. Itu pilihannya masih nanti," tutupnya.
Mahfud mengingatkan, jika ingin nyapres perlu kendaraan partai politik (Parpol) dan uang yang banyak.
"Terus terang saya belum berani ke pencalonan presiden, karena saya tahu diri. Karena tidak ada parpol dan uang," jelasnya dalam acara LSI "Calon Presiden Indonesia 2014, Penilaian Opinion Leader" di Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2012).
Menurut Mahfud, sebenarnya bisa saja parpol merekrutnya dan menyediakan uang untuk maju sebagai Capres. Namun pastinya akan ada perjanjian dari kerjasama tersebut. Dia khawatir perjanjian itu akan menghilangkan idealismenya yang selama ini dipertahankan.
"Satu adalah idealisme. Kalau misalnya saya nego (dapat parpol dan uang) terus kapabilitas seseorang harus ditukar, itu kenapa sampai saat ini saya tidak berani untuk mengatakan maju sebagai capres," katanya lagi.
Lebih lanjut dia mengatakan, jika dia berubah pikiran untuk maju menjadi orang nomor satu di negeri ini, Dirinya akan menyampaikan kepada publik secepatnya.
"Tapi untuk saatnya nanti mungkin saya akan sampaikan. Itu pilihannya masih nanti," tutupnya.
(maf)