Hadapi sidang, Hartati merasa kondisinya on off
Rabu, 28 November 2012 - 10:06 WIB
Hadapi sidang, Hartati merasa kondisinya on off
A
A
A
Sindonews.com - Bos PT Hardaya Inti Plantations Hartati Murdaya hari ini menjalani sidang perdananya dalam perkara dugaan suap terhadap Bupati Buol Amran Batalipu.
Mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu pun sudah hadir. Dia terlihat menggunakan baju berwara biru dan berjaket tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kepada wartawan, pengusaha wanita cukup terkenal ini mengaku siap menjalani sidang. “Ya, saya on off lah. Doakan saja semoga dalam persidangan bisa menunjukan realita yang sebenarnya,“ ujar Hartati di gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Kedatangan Hartati didampingi puluhan pengawal mengenakan baju batik. Mereka mengelilingi Hartati dan tak jarang mengalangi wartawan ketika mencoba mendekat.
Seperti diketahui, istri Murdaya Poo ini ditetapkan sebagai tersangka suap kepengurusan surat Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Dugaan suap terungkap setelah KPK berhasil menangkap tangan Manajer PT Hardaya, Yani Anshori, yang hendak menyuap Amran, pada 26 Juni 2012. Namun, saat itu, Amran berhasil lolos dari penggerebakan KPK karena dilindungi ratusan pendukungnya. Amran baru bisa ditangkap KPK, Jumat dini hari, 6 Juli 2012.
Sehari setelah operasi tangkap tangan suap Bupati Buol, KPK menangkap Gondo Sujono, Sukirno, dan Dedi Kurniawan di di Bandara Soekarno-Hatta merupakan anak buah Hartati, Dua nama terakhir belakangan dilepas karena dianggap belum ada keterlibatan mereka di suap tersebut. Baik Yani dan Gondo lebih dulu disidangkan.
Mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu pun sudah hadir. Dia terlihat menggunakan baju berwara biru dan berjaket tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kepada wartawan, pengusaha wanita cukup terkenal ini mengaku siap menjalani sidang. “Ya, saya on off lah. Doakan saja semoga dalam persidangan bisa menunjukan realita yang sebenarnya,“ ujar Hartati di gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Kedatangan Hartati didampingi puluhan pengawal mengenakan baju batik. Mereka mengelilingi Hartati dan tak jarang mengalangi wartawan ketika mencoba mendekat.
Seperti diketahui, istri Murdaya Poo ini ditetapkan sebagai tersangka suap kepengurusan surat Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Dugaan suap terungkap setelah KPK berhasil menangkap tangan Manajer PT Hardaya, Yani Anshori, yang hendak menyuap Amran, pada 26 Juni 2012. Namun, saat itu, Amran berhasil lolos dari penggerebakan KPK karena dilindungi ratusan pendukungnya. Amran baru bisa ditangkap KPK, Jumat dini hari, 6 Juli 2012.
Sehari setelah operasi tangkap tangan suap Bupati Buol, KPK menangkap Gondo Sujono, Sukirno, dan Dedi Kurniawan di di Bandara Soekarno-Hatta merupakan anak buah Hartati, Dua nama terakhir belakangan dilepas karena dianggap belum ada keterlibatan mereka di suap tersebut. Baik Yani dan Gondo lebih dulu disidangkan.
(lns)