Anggota DPR tuding PPI di Berlin berhalusinasi
Selasa, 27 November 2012 - 15:20 WIB
Anggota DPR tuding PPI di Berlin berhalusinasi
A
A
A
Sindonews.com - Anggota DPR Anna Muawanah menyatakan keterangan pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Berlin Jerman berhalusinasi. Pasalnya, dia merasa tidak ikut kunjungan kerja ke Jerman.
" Informasi menggambarkan saya hadir dalam pertemuan tersebut, 15 menit sebelum acara usai, itu jelas tendensius dan tidak mendasar. " ujarnya dalam rilis yang diterima wartawan, Selasa (27/11/2012).
Dia menilai, tuduhan yang dialamatkan kedirinya itu sebagai bentuk pembunuhan karakter. Maka itu, dia berharap sikap kritis para organisasi pelajar itu sebaiknya dimbangi dengan informasi yang akurat.
“Sikap kritis penting, namun kritis tanpa mendasar dan memberi informasi yang salah ke publik, jelas bagian dari kebohongan publik. Ini jauh dari nilai-nilai intelektual yang dipegang teguh oleh akademisi dan intelektual," tukasnya.
Sementara itu mengenai sikapnya dalam menanggapi persoalan itu, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, telah melakukan somasi kepada Yoga Kartiko selaku Ketua PPI Berlin.
Selain itu, somasi juga ditujukan kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin, terkait video rekaman anggota dewan tersebut.
"Saya telah melakukan somasi kepada Saudara Yoga dan tembusan pada KBRI Berlin terkait unggahan di situs Youtube yang menyebut dan menuding saya hadir kunjungan kerja tersebut," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, para pelajar yang tergabung dalam PPI, merekam kunjungan kerja para anggota dewan yang berkunjung ke Berlin, Jerman. Berdasarkan jadwal, kunjungan jajaran Badan Legislasi (Baleg) DPR itu, untuk melakukan studi banding RUU soal keinsinyuran.
Dalam video rekaman tersebut, terkesan para anggota dewan tidak serius dalam tujuan kunjungan kerjanya. Terbukti dengan adanya beberapa anggota dewan yang tertangkap kamera terlambat mengikuti rapat, bahkan ada yang tidak ikut rapat tetapi malah menikmati rokok di luar ruangan.
" Informasi menggambarkan saya hadir dalam pertemuan tersebut, 15 menit sebelum acara usai, itu jelas tendensius dan tidak mendasar. " ujarnya dalam rilis yang diterima wartawan, Selasa (27/11/2012).
Dia menilai, tuduhan yang dialamatkan kedirinya itu sebagai bentuk pembunuhan karakter. Maka itu, dia berharap sikap kritis para organisasi pelajar itu sebaiknya dimbangi dengan informasi yang akurat.
“Sikap kritis penting, namun kritis tanpa mendasar dan memberi informasi yang salah ke publik, jelas bagian dari kebohongan publik. Ini jauh dari nilai-nilai intelektual yang dipegang teguh oleh akademisi dan intelektual," tukasnya.
Sementara itu mengenai sikapnya dalam menanggapi persoalan itu, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, telah melakukan somasi kepada Yoga Kartiko selaku Ketua PPI Berlin.
Selain itu, somasi juga ditujukan kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin, terkait video rekaman anggota dewan tersebut.
"Saya telah melakukan somasi kepada Saudara Yoga dan tembusan pada KBRI Berlin terkait unggahan di situs Youtube yang menyebut dan menuding saya hadir kunjungan kerja tersebut," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, para pelajar yang tergabung dalam PPI, merekam kunjungan kerja para anggota dewan yang berkunjung ke Berlin, Jerman. Berdasarkan jadwal, kunjungan jajaran Badan Legislasi (Baleg) DPR itu, untuk melakukan studi banding RUU soal keinsinyuran.
Dalam video rekaman tersebut, terkesan para anggota dewan tidak serius dalam tujuan kunjungan kerjanya. Terbukti dengan adanya beberapa anggota dewan yang tertangkap kamera terlambat mengikuti rapat, bahkan ada yang tidak ikut rapat tetapi malah menikmati rokok di luar ruangan.
(kur)